Intiland Bukukan Pendapatan Rp530 Miliar di Semester I 2012


Jakarta, (30/7) – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) terus memperkuat pertumbuhan usaha seiring pengembangan proyek-proyek baru. Perseroan berhasil meningkatkan kinerja keuangan pada semester I tahun 2012.

Nilai pendapatan Intiland di semester I tahun ini tercatat mencapai Rp530,74 miliar, atau tumbuh 5,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp501,88 miliar. Perseroan juga berhasil meningkatkan perolehan laba kotor sebesar 8,52 persen, menjadi Rp225,04  miliar, dibandingkan semester I tahun lalu  yang nilainya mencapai Rp207,37 miliar.

Archied Noto Pradono, direktur pengelolaan modal dan investasi Intiland mengatakan meningkatnya nilai pendapatan perseroan terutama disebabkan keberhasilan perseroan dalam memasarkan beberapa proyek baru di beberapa segmen produk. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan dari apartemen 1Park Residences di Jakarta, perumahan Talaga Bestari di Tangerang, perumahan Graha Natura di Surabaya serta kawasan industri Ngoro di Mojokerto, Jawa Timur.

Meningkatnya pendapatan juga disebabkan oleh faktor eksternal yakni membaiknya kondisi pasar properti di semester I tahun ini. Kebutuhan pasar terhadap produk-produk properti, khususnya di wilayah Jakarta dan Surabaya mengalami peningkatan terutama pada segmen hunian baik perumahan maupun apartemen, perkantoran, maupun kawasan industri.

Kontribusi dari pendapatan pengembangan (development income) masih merupakan yang terbesar yakni mencapai Rp463,65 miliar atau 87 persen dari total pendapatan Intiland. Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang bersumber dari sewa gedung perkantoran, sarana olah raga, dan hotel memberikan kontribusi Rp67,05 miliar, atau sebesar 13 persen.

“Kalau dari segmen produknya, pengembangan perumahan memberikan kontribusi pendapatan terbesar mencapai 47 persen, disusul berturut-turut kontribusi dari segmen mixed-use & high rise 39 persen, kawasan industri 9 persen, hotel 2 persen, dan lain-lain 3 persen. Melihat hasil kinerja semester I, kami optimistik mampu mencapai target kinerja tahun ini seiring akan diluncurkannya beberapa proyek baru dalam enam bulan mendatang,” kata Archied.

Pada semester I tahun ini, laba usaha perseroan tercatat mencapai Rp142,25 miliar, atau naik 2,17 persen dibandingkan Rp139,23 miliar di semester I 2011. Sementara laba bersih perseroan tercatat  sebesar Rp90,77 miliar dibandingkan Rp108,44 miliar di enam bulan pertama tahun lalu. Hal ini karena tahun lalu masih mencatat penjualan yang sangat signifikan dari proyek Ngoro II dengan kontribusi laba yang juga signifikan.

Archied mengungkapkan hasil penjualan beberapa proyek baru belum bisa dibukukan pada semester I tahun ini karena masih dalam tahapan konstruksi. Penjualan dari proyek-proyek tersebut antara lain  dari apartemen Aeropolis Residence, perumahan Serenia Hills dan perumahan Graha Natura.

Menurut Archied, manajemen Intiland pada tahun ini memproyeksikan mampu membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun.  Perseroan memperkirakan akan membukukan nilai marketing-sales sebesar Rp1,5 triliun sampai Rp1,6 triliun di tahun ini.

Keyakinan perseroan ini ditopang oleh kenyataan bahwa pasar properti nasional masih akan tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi makro ekonomi yang tumbuh positif dan tingkat kebutuhan pasar terhadap produk-produk properti yang meningkat menjadi idikator positif bagi prospek pertumbuhan sektor properti.

“Kami sangat yakin pasar properti nasional, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya akan tumbuh secara signifikan. Kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas hunian, perkantoran, maupun gaya hidup berkembang pesat, dan itu memberikan optimisme bagi kami untuk terus berkembang dengan meluncurkan produk-produk properti baru di berbagai segmen kebutuhan,” ujarnya lebih lanjut.

 

Perkembangan Proyek

Mengantisipasi tren pertumbuhan sektor properti nasional, perseroan menempuh sejumlah strategi pertumbuhan untuk meningkatkan kinerja usaha di masa mendatang. Salah satu yang menjadi strategi kunci pertumbuhan yakni lewat cara meluncurkan proyek-proyek properti baru secara masif.

Pada segmen pengembangan proyek mixed-use & high rise, Intiland segera meluncurkan proyek 1Park Avenue di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menempati lahan seluas 2,4 hektar, proyek ini meliputi pembangunan tiga menara apartemen, satu menara serviced apartment, dan klaster perumahan tapak yang eksklusif.

Pembangunan proyek 1Park Avenue merupakan pengembangan lanjutan dari kesuksesan dalam memasarkan apartemen 1Park Residences yang telah terjual seluruhnya. Proyek ini rencananya akan diluncurkan pada triwulan III tahun ini.

Perseroan juga mencatatkan kesuksesan dalam mengembangkan megaproyek Aeropolis yang terletak di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang. Setelah berhasil memasarkan seluruh unit apartemen Aeropolis Residence dan Aeropolis Commercial Park tahap I, Intiland segera meluncurkan Aeropolis Residence tahap II pada bulan September 2012.

“Setelah sukses memasarkan apartemen Aeropolis Residence dan fasilitas perkantoran Aeropolis Commercial Park, kami segera mengembangkan tahap berikutnya yakni proyek apartemen tahap II dan komersial yang meliputi perkantoran, ritel, dan hotel. Aeropolis akan menjadi salah satu proyek utama skala besar yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan usaha Intiland di masa mendatang,” ungkap Archied.

Masih di segmen mixed-use & high rise, pengembangan megaproyek Graha Festival di Graha Famili, Surabaya Barat terus mengalami kemajuan. Graha Festival meliputi beberapa menara apartemen, gedung perkantoran, rumah sakit berskala internasional, pusat perbelanjaan, area olah raga dan rekreasi keluarga, serta restoran. Pada bulan September nanti, perseroan bekerjasama dengan mitra strategis berencana mulai mengoperasikan National Hospital, sebuah rumah sakit berskala internasional. Pembangunan rumah sakit ini sudah memasuki tahapan penyelesaian akhir dan saat ini tengah dilakukan ujicoba operasional dari aspek teknologi, sumber daya manusia, maupun sistemnya. Untuk gedung perkantoran, perseroan sedang menyelesaikan pembangunan Spazio.

Pada pertengahan tahun ini Perseroan  memulai tahapan awal pembangunan konstruksi South Quarter, di Jakarta Selatan. Proyek perkantoran, ritel, dan apartemen ini akan memasuki tahapan pembangunan pondasi tahun ini dan diperkirakan selesai pada akhir 2014.

Archied mengungkapkan pertumbuhan Intiland ke depan akan sangat substansial. Perseroan memasuki tahapan pertumbuhan cepat melalui pengembangan proyek-proyek baru di empat segmen utama, yakni perumahan, mixed-use & high rise, kawasan industri, dan hospitality.

Proyek pengembangan mixed-use & high rise akan menjadi salah satu segmen yang paling banyak dikembangkan perseroan ke depan. Perseroan menyiapkan beberapa pengembangan proyek baru tahun ini, antara lain proyek yang berlokasi di Jl. Panglima Sudirman di kawasan bisnis utama Surabaya. “Proyek ini sudah pada tahapan persiapan akhir. Kami rencananya meluncurkan proyek ini pada tahun ini juga, meliputi pengembangan mixed-use terpadu yang terdiri dari apartemen, hotel, ritel dan perkantoran,” kata Archied.

Selain proyek-proyek tersebut, perseroan juga terus melakukan pengembangan pada lini usaha kawasan industri di Ngoro Mojokerto dan jaringan hotel Intiwhiz. Kedua segmen ini merupakan dua dari empat bisnis inti perseroan yang akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perusahaan. ***

Today's Highlight

  • Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan» more
  • RHB OSK Indonesia Corporate Day Presentation 15 Mei 2013» more
  • Laba Bersih Intiland Meningkat Signifikan» more
  • Q1 2013» more