{"id":20705,"date":"2022-06-27T17:00:37","date_gmt":"2022-06-27T10:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.intiland.com\/?post_type=blog&#038;p=20705"},"modified":"2025-09-30T17:17:17","modified_gmt":"2025-09-30T10:17:17","slug":"desain-rumah-2-lantai-terbaik","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/","title":{"rendered":"Inspirasi Desain Rumah 2 Lantai Terbaik Untuk Masa Depan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Isi Artikel <\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#1_Kriteria_Desain_Rumah_2_Lantai_Terbaik\" >1. Kriteria Desain Rumah 2 Lantai Terbaik<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#A_Memiliki_Cerita_Masa_Lalu_di_Dalamnya\" >A. Memiliki Cerita Masa Lalu di Dalamnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#B_Punya_Lingkungan_Sekitar_yang_Baik\" >B. Punya Lingkungan Sekitar yang Baik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#C_Bisa_Menikmati_Waktu_di_Rumah\" >C. Bisa Menikmati Waktu di Rumah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#D_Otentik_dan_Kokoh\" >D. Otentik dan Kokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#E_Ramah_dengan_Seluruh_Penghuni\" >E. Ramah dengan Seluruh Penghuni<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#F_Menandai_Perubahan_Waktu\" >F. Menandai Perubahan Waktu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#G_Luasnya_Cukup\" >G. Luasnya Cukup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#H_Ukuran_Standar_Tinggi_Dinding\" >H. Ukuran Standar Tinggi Dinding<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/desain-rumah-2-lantai-terbaik\/#2_Ide_Desain_Rumah_2_Lantai_Terbaik\" >2. Ide Desain Rumah 2 Lantai Terbaik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak konsep rumah 2 lantai diperkenalkan, tanah yang sempit bukan lagi menjadi masalah. Konsep rumah 2 lantai semakin berkembang dan banyak desain bermunculan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rumah pun jadi lebih menarik dengan perpaduan apik antara berbagai konsep desain dengan bangunan 2 lantai. Jika Anda sedang mencari inspirasi rumah yang estetik dan nyaman, Anda berada di tempat yang tepat karena dalam artikel ini akan mengulas beberapa <\/span><b>desain rumah 2 lantai terbaik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kriteria_Desain_Rumah_2_Lantai_Terbaik\"><\/span><b>1. Kriteria Desain Rumah 2 Lantai Terbaik<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa arti rumah bagi Anda? Pastinya rumah bukan hanya sekedar tempat untuk ditinggali. Di dalamnya ada begitu banyak cerita dan pengalaman berarti yang pastinya tidak akan terlupakan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut hasil penelitian, penghuninya harus dapat merasakan kebahagiaan yang lebih dari daripada sekedar memiliki rumah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun bentuk desain rumah Anda, apakah itu satu lantai atau dua lantai, yang terpenting adalah kenyamanannya. Prinsip terpenting desain rumah 2 lantai atau satu lantai adalah bagaimana menjadikan rumah itu menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201chome sweet home\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"A_Memiliki_Cerita_Masa_Lalu_di_Dalamnya\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>A. Memiliki Cerita Masa Lalu di Dalamnya<\/strong><\/span><br \/>\n<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Walt Whitman dalam bukunya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crossing Brooklyn Ferry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menuliskan bahwa rumah yang baik memiliki sejarah, dimana pengalaman masa lalu yang dinamis akan menghubungkan Anda dengan masa depan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya rumah harus menyimpan sejarah kehidupan para penghuninya dalam mengarungi perjalanan hidup menuju masa depan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"B_Punya_Lingkungan_Sekitar_yang_Baik\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>B. Punya Lingkungan Sekitar yang Baik<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah yang baik tentu juga harus memiliki lingkungan yang baik, tidak hanya berdiri sendiri tanpa adanya keharmonisan dari sekitarnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kehidupan, manusia tidak dapat hidup sendiri karena manusia adalah makhluk sosial. Begitu juga dengan rumah, harus bersinergi dengan keadaan di sekitarnya dan \u201cberkomunikasi\u201d dengan rumah yang lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"C_Bisa_Menikmati_Waktu_di_Rumah\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>C. Bisa Menikmati Waktu di Rumah<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mungkin terpaksa harus berada di luar rumah ketimbang di dalam rumah. Bagi mereka, rumah hanyalah tempat untuk tidur. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja ini bukan maksud untuk menyindir mereka-mereka yang pekerja keras, tetapi perasaan \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">been home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2019 akan selalu ada di setiap orang. Namun, semua itu tergantung dari cara Anda bisa menciptakan rasa nyaman. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana mau bisa tercipta rasa nyaman di rumah jika Anda jarang berada menghabiskan waktu di dalamnya?<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"D_Otentik_dan_Kokoh\"><\/span><strong><span style=\"font-size: 16px;\">D. Otentik dan Kokoh<\/span><br \/>\n<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah rumah dikatakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">home sweet home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> haruslah yang otentik. Tidak perlu biaya yang mahal namun tepat dalam pemilihan bahan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus menerus memperbaiki rumah bukan hal yang menyenangkan. Rumah yang dikatakan baik harus menggunakan bahan-bahan yang tidak hanya berkualitas tetapi juga seimbang antara biaya, perawatan, dan ketahanan untuk waktu yang lama minimal 10 tahun.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"E_Ramah_dengan_Seluruh_Penghuni\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>E. Ramah dengan Seluruh Penghuni<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah yang baik tentu harus ramah dengan seluruh penghuni, mulai dari bayi baru lahir sampai kakek nenek. Sebuah rumah tentunya dapat memenuhi seluruh kebutuhan penghuninya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen-elemen yang ada di dalam rumah, seperti ujung tajam pada rak atau meja, ketinggian serta bentuk kloset yang bisa digunakan anak-anak dan orang tua, hingga tekstur lantainya harus dipikirkan pada saat mulai merancang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah yang baik tidak hanya sekedar tampilan eksterior dan interior yang mewah atau menarik secara kasat mata. Akan tetapi, hal-hal kecil merupakan detail yang sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan seluruh penghuninya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"F_Menandai_Perubahan_Waktu\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>F. Menandai Perubahan Waktu<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah yang baik harus mampu memperlihatkan perubahan waktu, sehingga para penghuninya tidak perlu melihat jam untuk bisa mengetahui waktu yang sedang berlangsung. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya yaitu Anda dan penghuni lainnya harus dapat merasakan kehangatan cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah atau keindahan langit ketika senja datang.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"G_Luasnya_Cukup\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>G. Luasnya Cukup<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luas sebuah rumah harus dipikirkan dengan matang, tidak terlalu besar dan juga terlalu kecil. Seluruh ruangan di dalam rumah harus dapat berfungsi dengan semestinya dan tidak ada ruang yang tersia-sia. Ini menandakan bahwa kebiasaan hidup para penghuninya terakomodasi dengan baik oleh seluruh ruangan rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki rumah dengan 2 lantai tentu bisa jadi dambaan bagi sebagian besar orang, terutama jika Anda memang punya budget lebih untuk membangunnya. Namun, hal utama yang harus dipikirkan adalah bagaimana membuatnya menjadi rumah yang baik dan nyaman sehingga bisa menjadi cerita dari generasi ke generasi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"H_Ukuran_Standar_Tinggi_Dinding\"><\/span><span style=\"font-size: 16px;\"><b>H. Ukuran Standar Tinggi Dinding<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendirikan rumah 2 lantai tentu tidak bisa sembarangan, karena Anda juga harus memikirkan tinggi lantai ke lantai. Namun, dilansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitag.com<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ukuran tinggi dindingnya harus melihat lagi dari jenis bangunannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat utama tinggi lantai bangunan berkisar antara 3-3,75 meter dengan maksimum ketinggian hingga 5 meter. Meski begitu, tidak dipungkiri apabila terdapat ukuran standar tinggi dinding rumah 2 lantai menggunakan lantai mezzanine. Jenis lantai ini merupakan lantai perantara yang umumnya digunakan di antara lantai-lantai utama pada sebuah bangunan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ide_Desain_Rumah_2_Lantai_Terbaik\"><\/span><b>2. Ide Desain Rumah 2 Lantai Terbaik<br \/>\n<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua rumah dengan 2 lantai harus berbentuk megah dan luas. Contohnya seperti ide-ide desain rumah di bawah ini yang memperlihatkan rumah 2 lantai minimalis dan salah satu konsep yang sedang dicari karena memiliki fungsionalitas maksimal.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penasaran seperti apa desainnya? Yuk, kita lihat satu per satu!<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><b>1. Rumah Minimalis 2 Lantai dengan Konsep Terbuka<\/b><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20722 size-full\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/3_1.jpg\" alt=\"Rumah Minimalis 2 Lantai dengan Konsep Terbuka\" width=\"513\" height=\"640\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rumah yang satu ini mengusung tema interior terbuka. Bagian interior sengaja tidak banyak menggunakan sekat agar ruangan terkesan lebih luas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya luas, interior rumah juga terkesan lebih natural. Agar sinar matahari masuk ke dalam rumah, Anda bisa menggunakan jendela <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">floor-to-ceiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. (Foto dari <a href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/rumah\/surabaya\/graha-famili\/\">Graha Famili<\/a>)<\/span><\/p>\n<p><b>2. Rumah 2 Lantai dengan Garasi<\/b><\/p>\n<h2><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20724 size-full\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/6_2.jpg\" alt=\"Rumah 2 Lantai dengan Garasi\" width=\"550\" height=\"687\" \/><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep <\/span>desain rumah 2 lantai terbaik<span style=\"font-weight: 400;\"> yang satu ini bisa dilihat pada cluster rumah di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Serenia Hills<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Halaman rumah didesain cukup luas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bagian luar terdapat taman kecil dengan garasi yang cukup lega. Aksen batu di bagian fasad membuat rumah terlihat natural sekaligus mewah. (foto ganti yang lain, yang lebih baik, foto ini kesannya suram)<\/span><\/p>\n<p><b>3. Rumah 2 Lantai Mungil Minimalis<\/b><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20726\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/5_3.jpg\" alt=\"Rumah 2 Lantai Mungil Minimalis\" width=\"640\" height=\"480\" \/><\/p>\n<p>Desain rumah 2 lantai terbaik <span style=\"font-weight: 400;\">berikutnya membuktikan bahwa mungil bukan berarti jelek. Desain rumah yang satu ini hanya terdiri dari 2 kamar dengan ruang keluarga yang minimalis dan hangat. Halaman depan sengaja dibuat terbuka dan cukup luas menampung 1 buah mobil. (Foto dari <a href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/rumah\/tangerang\/duo\/\">DUO<\/a>)<\/span><\/p>\n<p><b>4. Rumah Minimalis 2 Lantai dengan Aksen Kayu<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20728\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/4_4.jpg\" alt=\"Rumah Minimalis 2 Lantai dengan Aksen Kayu\" width=\"1600\" height=\"1493\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rumah satu ini hadir dengan konsep rumah panggung minimalis namun tetap sedap dipandang. Hampir keseluruhan rumah ini menggunakan aksen kayu yang menarik, kokoh, dan menyatu dengan alam meski berada di perkotaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantai 2 dari rumah ini jadi pemandangan mencuri perhatian, dimana di desain tidak ada sekat yang membatasinya dan dindingnya pun sengaja hanya memakai kaca sehingga cahaya matahari akan dengan mudahnya masuk ke ruangan. Seru dan menawan! (Foto dari <a href=\"https:\/\/ruangarsitek.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruang Arsitek<\/a>)<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><b>5. Rumah 2 Lantai dengan Konsep Memanjang ke Belakang<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20706\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/5_5.jpg\" alt=\"Rumah 2 Lantai dengan Konsep Memanjang ke Belakang\" width=\"600\" height=\"528\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk tanah dengan lebar muka yang sempit, rumah yang satu ini bisa menjadi inspirasi <\/span>desain rumah 2 lantai terbaik<span style=\"font-weight: 400;\">. Desain rumah dibuat memanjang ke belakang dengan fasad yang tinggi dan polos. Walaupun sederhana, sang pemilik benar-benar bisa memanfaatkan luas tanah menjadi rumah yang manis dan terlihat nyaman.<\/span><\/p>\n<p><b>6. Rumah 2 Lantai dengan Konsep Cottage<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20708 size-full\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/4_6.jpg\" alt=\"Rumah 2 Lantai dengan Konsep Cottage\" width=\"920\" height=\"1280\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rumah yang satu ini sekilas mengingatkan akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cottage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di pinggir pantai. Fasadnya menggunakan kaca berukuran besar dengan pintu yang lebar. Teras depannya juga luas. Selain bisa digunakan sebagai lahan parkir, halaman depan juga bisa diubah untuk tempat bersantai.<\/span><\/p>\n<p><b>7. Rumah 2 Lantai dengan Ekstra Rooftop<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20710 size-full\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/5_7.jpg\" alt=\"Rumah 2 Lantai dengan Ekstra Rooftop\" width=\"564\" height=\"633\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah 2 lantai bisa dibuat lebih luas dengan menambahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rooftop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ekstra ruang di bagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rooftop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa menjadi tempat untuk menjemur pakaian atau sekedar bersantai. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk baik ke lantai paling atas, dibuat tangga di sisi luar. Dengan pintu geser kayu dan fasadnya menggunakan kaca memberikan kesejukan dari cahaya yang masuk. (Foto dari <a href=\"https:\/\/homy.vn\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">homy.vn<\/a>)<\/span><\/p>\n<p><b>8. Rumah Minimalis dengan Atap Rata<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20712 size-full\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/6_8.jpg\" alt=\"Rumah Minimalis dengan Atap Rata\" width=\"1200\" height=\"899\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah yang satu ini memiliki konsep minimalis dan terbuka. Dinding bagian depannya dimanfaatkan sebagai pintu dan jendela. Atapnya dibuat lebih rata. Meski mungil, konsep yang satu ini bisa dijadikan inspirasi <\/span>desain rumah 2 lantai terbaik<span style=\"font-weight: 400;\">. (Foto The Platimum, <a href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/rumah\/surabaya\/graha-famili\/\">Graha Famili<\/a>)<\/span><\/p>\n<p><b>9. Rumah dengan Kombinasi Kayu dan Kaca<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20714\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/4_9.jpg\" alt=\"Rumah dengan Kombinasi Kayu dan Kaca\" width=\"750\" height=\"961\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rumah yang satu ini mengusung konsep natural dengan kombinasi kayu dan kaca yang cukup dominan. Agar terkesan lebih lega, jarak antara lantai dan langit-langit rumah dibuat agak tinggi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan kaca yang dominan juga memungkinkan sinar matahari menyinari interiornya sehingga kesan natural tertangkap dari rumah ini. (Foto dari dwell.com)<\/span><\/p>\n<p><b>10. Rumah 2 Lantai Bergaya Klasik Modern<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20716\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10.jpg\" alt=\"Rumah 2 Lantai Bergaya Klasik Modern\" width=\"723\" height=\"729\" srcset=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10.jpg 723w, https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-298x300.jpg 298w, https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 723px) 100vw, 723px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain rumah diatas termasuk dalam kategori klasik mediterania dimana ciri khasnya adalah atapnya yang dibuat dari bahan tanah liat dan memiliki banyak unsur lengkung pada rumah ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur lengkung dapat dilihat dari bentuk pintunya. Sementara khusus bagian klasik mediterania ala Italia pemilihan warnanya rata-rata menggunakan warna-warna hangat, seperti cokelat maupun jingga.<\/span><\/p>\n<p><b>11. Desain Rumah Minimalis Natural<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20718\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/11-e1659346269807.jpg\" alt=\"Desain Rumah Minimalis Natural\" width=\"714\" height=\"586\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah minimalis bisa terasa sedikit membosankan. Namun dengan sentuhan tanaman hijau, rumah jadi terlihat lebih asri dan segar. Warna catnya didominasi oleh warna putih. Dengan kaca berukuran lebar di bagian fasad, sinar matahari lebih mudah masuk ke dalam rumah.<\/span><\/p>\n<p><b>12. Desain Rumah Kontemporer Elektrik yang Manis<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-20720\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-e1656323522693.jpg\" alt=\"Desain Rumah Kontemporer Elektrik yang Manis\" width=\"760\" height=\"550\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah kontemporer berarti rumah yang didesain sesuai dengan selera dari pemiliknya, seperti rumah yang satu ini. Terlihat bahwa pemilik rumah menyukai penggunaan material lawas namun tetap mengacu pada selera kontemporer. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, di tangan sang desainer, rumah ini jadi memiliki gaya elektrik yang manis dimana terdapat fasad minimalis pada item-item lawasnya, seperti pintu ukir, jendela kayu, serta jendela jalousie vintage bergaya 70-an. Anda tertarik?. (Foto dari <a href=\"https:\/\/www.archify.com\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Archify<\/a> )<\/span><\/p>\n<p><b>Desain rumah 2 lantai terbaik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak hanya fokus pada bagian estetikanya saja. Bagian eksterior, interior dan tata letak ruangan juga harus diperhatikan. Kuncinya di sini ada pada keseimbangan. Inilah yang membedakan antara rumah yang hanya terlihat bagus dengan rumah yang benar-benar bagus.<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":20718,"template":"","categories":[55],"blog-tag":[205,232,142],"blog-category":[125,153],"class_list":["post-20705","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","blog-tag-desain-rumah","blog-tag-desain-rumah-2-lantai","blog-tag-rumah","blog-category-blog","blog-category-inspirasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/20705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/20705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36589,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/20705\/revisions\/36589"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20705"},{"taxonomy":"blog-tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog-tag?post=20705"},{"taxonomy":"blog-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog-category?post=20705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}