{"id":21694,"date":"2023-01-17T10:25:16","date_gmt":"2023-01-17T03:25:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.intiland.com\/?post_type=blog&#038;p=21694"},"modified":"2025-12-31T14:44:23","modified_gmt":"2025-12-31T07:44:23","slug":"npwp-suami-istri","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/","title":{"rendered":"NPWP Suami Istri Sebaiknya Digabung atau Terpisah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Isi Artikel <\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Memahami_Konsep_NPWP_untuk_Pasangan_Menikah\" >Memahami Konsep NPWP untuk Pasangan Menikah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Aturan_Perpajakan_NPWP_untuk_Suami_Istri_Gabung_atau_Pisah\" >Aturan Perpajakan NPWP untuk Suami Istri: Gabung atau Pisah?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Dasar_Hukum_NPWP_untuk_Pasangan_yang_Sudah_Menikah\" >Dasar Hukum NPWP untuk Pasangan yang Sudah Menikah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Cara_Membuat_NPWP_Online_untuk_Suami_dan_Istri\" >Cara Membuat NPWP Online untuk Suami dan Istri<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Persyaratan_dan_Dokumen_yang_Diperlukan_untuk_Membuat_NPWP_Online\" >Persyaratan dan Dokumen yang Diperlukan untuk Membuat NPWP Online<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Langkah-Langkah_Membuat_NPWP_Secara_Online\" >Langkah-Langkah Membuat NPWP Secara Online<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Cara_Membuat_NPWP_Istri_Ikut_Suami_Penghapusan_NPWP_Istri_Penggabungan_ke_NPWP_Suami\" >Cara Membuat NPWP Istri Ikut Suami (Penghapusan NPWP Istri &amp; Penggabungan ke NPWP Suami)<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#1_Ajukan_Penghapusan_NPWP_Secara_Online\" >1. Ajukan Penghapusan NPWP Secara Online<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#2_Tunggu_Persetujuan_Penghapusan_NPWP\" >2. Tunggu Persetujuan Penghapusan NPWP<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Contoh_Perhitungan_Pajak_NPWP_Suami_Istri\" >Contoh Perhitungan Pajak NPWP Suami Istri<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Tarif_Penghasilan_Kena_Pajak_PKP_Berdasarkan_UU_HPP\" >Tarif Penghasilan Kena Pajak (PKP) Berdasarkan UU HPP<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Menghitung_PPh_dengan_NPWP_Suami_Istri_Digabung\" >Menghitung PPh dengan NPWP Suami Istri Digabung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Menghitung_PPh_dengan_NPWP_Suami_Istri_Dipisah\" >Menghitung PPh dengan NPWP Suami Istri Dipisah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Jadi_Pilih_NPWP_Suami_Istri_Digabung_atau_Dipisah\" >Jadi Pilih NPWP Suami Istri Digabung atau Dipisah?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Keuntungan_dan_Kekurangan_Masing-Masing_Opsi\" >Keuntungan dan Kekurangan Masing-Masing Opsi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Kapan_Sebaiknya_Menggunakan_NPWP_Gabungan\" >Kapan Sebaiknya Menggunakan NPWP Gabungan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Kapan_Sebaiknya_Menggunakan_NPWP_Terpisah\" >Kapan Sebaiknya Menggunakan NPWP Terpisah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Faktor_yang_Perlu_Dipertimbangkan\" >Faktor yang Perlu Dipertimbangkan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Optimalkan_Keuangan_Keluarga_dengan_Investasi_Properti_Bersama_Intiland\" >Optimalkan Keuangan Keluarga dengan Investasi Properti Bersama Intiland<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/npwp-suami-istri\/#Mengapa_Memilih_Intiland\" >Mengapa Memilih Intiland?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p data-start=\"491\" data-end=\"791\">Setelah menikah, banyak pasangan mulai mempertanyakan soal status pajak, terutama terkait NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) suami istri. Apakah cukup satu NPWP atas nama suami, atau istri perlu memiliki NPWP sendiri. Pertanyaan ini wajar karena pilihan NPWP akan berpengaruh langsung pada pelaporan dan perhitungan pajak tahunan.<\/p>\n<p data-start=\"793\" data-end=\"1037\">Artikel ini membahas NPWP suami istri secara menyeluruh dengan bahasa yang mudah dipahami. Anda akan menemukan penjelasan aturan, perbedaan NPWP gabungan dan terpisah, hingga panduan memilih opsi yang paling sesuai dengan kondisi keluarga Anda.<\/p>\n<h2 data-start=\"111\" data-end=\"157\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Konsep_NPWP_untuk_Pasangan_Menikah\"><\/span>Memahami Konsep NPWP untuk Pasangan Menikah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"159\" data-end=\"534\">Dalam sistem perpajakan Indonesia, pasangan yang sudah menikah dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi. Artinya, penghasilan suami dan istri pada dasarnya dianggap sebagai penghasilan keluarga dan dikelola dalam satu kewajiban pajak. Karena itu, pada banyak kasus, NPWP suami menjadi dasar pelaporan pajak rumah tangga, terutama jika istri tidak memiliki penghasilan sendiri.<\/p>\n<p data-start=\"536\" data-end=\"944\">Namun, kondisi bisa berbeda ketika istri bekerja atau memiliki sumber penghasilan. Dalam situasi ini, penghasilan istri tetap dapat dilaporkan melalui NPWP suami, tetapi tersedia juga pilihan untuk menjalankan kewajiban pajak secara terpisah. Pilihan inilah yang kemudian dikenal sebagai NPWP gabungan dan NPWP terpisah. Keduanya sama sama diakui secara hukum selama dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p data-start=\"946\" data-end=\"1316\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penting untuk dipahami bahwa NPWP bukan hanya soal nomor identitas, tetapi berkaitan dengan cara Anda mengelola pelaporan pajak, perhitungan kewajiban tahunan, hingga kebutuhan administrasi keuangan lainnya. Karena itu, memahami konsep dasar NPWP suami istri akan membantu Anda menentukan pengaturan pajak yang paling sesuai dengan kondisi dan rencana keuangan keluarga.<\/p>\n<h2 data-start=\"58\" data-end=\"127\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aturan_Perpajakan_NPWP_untuk_Suami_Istri_Gabung_atau_Pisah\"><\/span><strong data-start=\"61\" data-end=\"125\">Aturan Perpajakan NPWP untuk Suami Istri: Gabung atau Pisah?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21684\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1.png\" alt=\"South Grove by Intiland\" width=\"1220\" height=\"808\" \/>Source: <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/rumah\/jakarta\/south-grove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">South Grove by Intiland<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p data-start=\"129\" data-end=\"422\">Setelah memahami pentingnya NPWP bagi pasangan suami istri, sekarang kita akan membahas <strong data-start=\"217\" data-end=\"274\">aturan dasar yang mengatur NPWP gabungan dan terpisah<\/strong>. Pemahaman ini penting agar Anda bisa memilih opsi yang paling menguntungkan secara finansial dan sesuai dengan regulasi perpajakan di Indonesia.<\/p>\n<h3 data-start=\"429\" data-end=\"489\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_NPWP_untuk_Pasangan_yang_Sudah_Menikah\"><\/span><strong data-start=\"433\" data-end=\"487\">Dasar Hukum NPWP untuk Pasangan yang Sudah Menikah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"491\" data-end=\"603\">Dalam sistem perpajakan Indonesia, aturan mengenai <strong data-start=\"542\" data-end=\"562\">NPWP suami istri<\/strong> mengacu pada beberapa regulasi, yaitu:<\/p>\n<ol data-start=\"605\" data-end=\"1339\">\n<li data-start=\"605\" data-end=\"946\">\n<p data-start=\"608\" data-end=\"672\"><strong data-start=\"608\" data-end=\"670\">Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) No. 36 Tahun 2008<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"676\" data-end=\"946\">\n<li data-start=\"676\" data-end=\"835\">Pasal 8 ayat (1) menyatakan bahwa penghasilan suami dan istri <strong data-start=\"740\" data-end=\"796\">pada dasarnya dianggap sebagai satu kesatuan ekonomi<\/strong> yang dikenakan pajak secara bersama.<\/li>\n<li data-start=\"839\" data-end=\"946\">Namun, <strong data-start=\"848\" data-end=\"909\">istri dapat memilih untuk dikenakan pajak secara terpisah<\/strong> jika memiliki penghasilan sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"948\" data-end=\"1087\">\n<p data-start=\"951\" data-end=\"1005\"><strong data-start=\"951\" data-end=\"1003\">Peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-38\/PJ\/2013<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"1009\" data-end=\"1087\">\n<li data-start=\"1009\" data-end=\"1087\">Mengatur lebih lanjut tentang <strong data-start=\"1041\" data-end=\"1084\">teknis pemisahan atau penggabungan NPWP<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"1089\" data-end=\"1339\">\n<p data-start=\"1092\" data-end=\"1159\"><strong data-start=\"1092\" data-end=\"1157\">UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) No. 7 Tahun 2021<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"1163\" data-end=\"1339\">\n<li data-start=\"1163\" data-end=\"1339\">Menyempurnakan aturan terkait <strong data-start=\"1195\" data-end=\"1266\">tarif pajak progresif dan penghitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP)<\/strong> yang berpengaruh pada suami istri yang memilih gabungan atau terpisah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2 data-start=\"215\" data-end=\"296\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_NPWP_Online_untuk_Suami_dan_Istri\"><\/span><strong data-start=\"218\" data-end=\"294\">Cara Membuat NPWP Online untuk Suami dan Istri<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\" data-start=\"298\" data-end=\"642\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21688\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/3.jpg\" alt=\"ilustrasi berkas\" width=\"1600\" height=\"929\" \/>Ilustrasi berkas. Foto: Pxhere.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p data-start=\"298\" data-end=\"642\">Seiring dengan digitalisasi layanan perpajakan di Indonesia, kini pembuatan <strong data-start=\"374\" data-end=\"433\">NPWP untuk suami dan istri bisa dilakukan secara online<\/strong> tanpa harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Proses ini memudahkan pasangan yang ingin mendaftar NPWP, baik untuk suami sebagai kepala keluarga maupun istri yang memilih untuk memiliki NPWP terpisah.<\/p>\n<p data-start=\"644\" data-end=\"814\">Dalam panduan ini, akan dijelaskan <strong data-start=\"679\" data-end=\"770\">cara membuat NPWP secara online, persyaratan dokumen, serta langkah-langkah pendaftaran<\/strong> yang dapat dilakukan langsung dari rumah.<\/p>\n<h3 data-start=\"821\" data-end=\"895\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persyaratan_dan_Dokumen_yang_Diperlukan_untuk_Membuat_NPWP_Online\"><\/span><strong data-start=\"824\" data-end=\"893\">Persyaratan dan Dokumen yang Diperlukan untuk Membuat NPWP Online<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"897\" data-end=\"1020\">Sebelum mendaftar, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan <strong data-start=\"985\" data-end=\"1017\">jenis NPWP yang ingin dibuat<\/strong>.<\/p>\n<h4 data-start=\"1022\" data-end=\"1088\"><strong data-start=\"1026\" data-end=\"1086\">1. Dokumen untuk Suami (Perorangan atau Kepala Keluarga)<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"1089\" data-end=\"1164\">Jika suami ingin membuat NPWP baru, berikut dokumen yang perlu disiapkan:<\/p>\n<ul data-start=\"1166\" data-end=\"1405\">\n<li data-start=\"1166\" data-end=\"1214\">Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi WNI<\/li>\n<li data-start=\"1215\" data-end=\"1257\">Fotokopi Paspor &amp; KITAS\/KITAP bagi WNA<\/li>\n<li data-start=\"1258\" data-end=\"1300\">Surat Keterangan Kerja (jika karyawan)<\/li>\n<li data-start=\"1301\" data-end=\"1405\">Fotokopi Surat Izin Usaha (SIUP) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) jika suami memiliki usaha sendiri<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"1407\" data-end=\"1481\"><strong data-start=\"1411\" data-end=\"1479\">2. Dokumen untuk Istri yang Menginginkan NPWP Pribadi (Terpisah)<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"1482\" data-end=\"1592\">Jika istri ingin memiliki NPWP sendiri dan dikenakan pajak secara terpisah, berikut dokumen yang dibutuhkan:<\/p>\n<ul data-start=\"1594\" data-end=\"1857\">\n<li data-start=\"1594\" data-end=\"1616\">Fotokopi KTP Istri<\/li>\n<li data-start=\"1617\" data-end=\"1649\">Fotokopi Kartu Keluarga (KK)<\/li>\n<li data-start=\"1650\" data-end=\"1673\">Fotokopi NPWP Suami<\/li>\n<li data-start=\"1674\" data-end=\"1759\">Surat Pernyataan Pemisahan Harta &amp; Penghasilan (Wajib jika memilih NPWP terpisah)<\/li>\n<li data-start=\"1760\" data-end=\"1857\">Surat Keterangan Kerja atau Surat Izin Usaha (jika istri memiliki pekerjaan tetap atau usaha)<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"1859\" data-end=\"1923\"><strong data-start=\"1863\" data-end=\"1921\">3. Dokumen untuk Istri yang Ingin Mengikuti NPWP Suami<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"1924\" data-end=\"2042\">Jika istri sudah memiliki NPWP sebelum menikah tetapi ingin menghapusnya agar mengikuti NPWP suami, maka diperlukan:<\/p>\n<ul data-start=\"2044\" data-end=\"2157\">\n<li data-start=\"2044\" data-end=\"2065\">Fotokopi KTP &amp; KK<\/li>\n<li data-start=\"2066\" data-end=\"2098\">NPWP Suami (fotokopi &amp; asli)<\/li>\n<li data-start=\"2099\" data-end=\"2113\">Akta Nikah<\/li>\n<li data-start=\"2114\" data-end=\"2157\">Surat Permohonan Penghapusan NPWP Istri<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"2164\" data-end=\"2215\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-Langkah_Membuat_NPWP_Secara_Online\"><\/span><strong data-start=\"2167\" data-end=\"2213\">Langkah-Langkah Membuat NPWP Secara Online<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"2217\" data-end=\"2413\">Proses pendaftaran <strong data-start=\"2236\" data-end=\"2251\">NPWP online<\/strong> bisa dilakukan melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di <strong data-start=\"2322\" data-end=\"2370\"><a target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"2324\" data-end=\"2368\">ereg.pajak.go.id<\/a><\/strong>. Ikuti panduan berikut untuk registrasi:<\/p>\n<h4 data-start=\"2415\" data-end=\"2450\"><strong data-start=\"2419\" data-end=\"2448\">1. Akses Situs DJP Online<\/strong><\/h4>\n<ul data-start=\"2451\" data-end=\"2618\">\n<li data-start=\"2451\" data-end=\"2536\">Buka browser dan kunjungi situs <strong data-start=\"2485\" data-end=\"2533\"><a target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"2487\" data-end=\"2531\">ereg.pajak.go.id<\/a><\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"2537\" data-end=\"2618\">Klik <strong data-start=\"2544\" data-end=\"2556\">\u201cDaftar\u201d<\/strong> untuk membuat akun baru dengan menggunakan <strong data-start=\"2600\" data-end=\"2615\">email aktif<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"2620\" data-end=\"2654\"><strong data-start=\"2624\" data-end=\"2652\">2. Aktivasi Akun &amp; Login<\/strong><\/h4>\n<ul data-start=\"2655\" data-end=\"2827\">\n<li data-start=\"2655\" data-end=\"2733\">Cek email yang didaftarkan dan klik tautan aktivasi yang dikirim oleh DJP.<\/li>\n<li data-start=\"2734\" data-end=\"2827\">Setelah akun aktif, login ke sistem menggunakan <strong data-start=\"2784\" data-end=\"2806\">email dan password<\/strong> yang telah dibuat.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"2829\" data-end=\"2880\"><strong data-start=\"2833\" data-end=\"2878\">3. Pilih Jenis NPWP yang Akan Didaftarkan<\/strong><\/h4>\n<ul data-start=\"2881\" data-end=\"3181\">\n<li data-start=\"2881\" data-end=\"2945\">Untuk <strong data-start=\"2889\" data-end=\"2898\">suami<\/strong>, pilih opsi <strong data-start=\"2911\" data-end=\"2942\">&#8220;Wajib Pajak Orang Pribadi&#8221;<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"2946\" data-end=\"3058\">Untuk <strong data-start=\"2954\" data-end=\"2984\">istri dengan NPWP terpisah<\/strong>, pilih opsi <strong data-start=\"2997\" data-end=\"3055\">&#8220;Wajib Pajak Orang Pribadi dengan Penghasilan Mandiri&#8221;<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"3059\" data-end=\"3181\">Jika istri ingin mengikuti NPWP suami, <strong data-start=\"3100\" data-end=\"3149\">ajukan penghapusan NPWP istri terlebih dahulu<\/strong> sebelum mengikuti NPWP suami.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"3183\" data-end=\"3224\"><strong data-start=\"3187\" data-end=\"3222\">4. Isi Data Diri Secara Lengkap<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"3225\" data-end=\"3267\">Masukkan informasi berikut dengan benar:<\/p>\n<ul data-start=\"3268\" data-end=\"3473\">\n<li data-start=\"3268\" data-end=\"3295\">Nama lengkap sesuai KTP<\/li>\n<li data-start=\"3296\" data-end=\"3330\">NIK (Nomor Induk Kependudukan)<\/li>\n<li data-start=\"3331\" data-end=\"3361\">Alamat domisili sesuai KTP<\/li>\n<li data-start=\"3362\" data-end=\"3411\">Alamat tempat tinggal (jika berbeda dari KTP)<\/li>\n<li data-start=\"3412\" data-end=\"3473\">Status perkawinan (Menikah\/Pisah Harta\/Pisah Penghasilan)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3475\" data-end=\"3652\"><strong data-start=\"3475\" data-end=\"3487\">Catatan:<\/strong> Jika istri memilih <strong data-start=\"3507\" data-end=\"3524\">NPWP terpisah<\/strong>, pastikan mencentang opsi <strong data-start=\"3551\" data-end=\"3584\">&#8220;Pisah Harta dan Penghasilan&#8221;<\/strong> untuk menghindari masalah dalam pelaporan pajak di kemudian hari.<\/p>\n<h4 data-start=\"3654\" data-end=\"3697\"><strong data-start=\"3658\" data-end=\"3695\">5. Unggah Dokumen yang Dibutuhkan<\/strong><\/h4>\n<p data-start=\"3698\" data-end=\"3797\">Sistem akan meminta Anda untuk mengunggah dokumen sesuai dengan jenis NPWP yang dipilih, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"3798\" data-end=\"4027\">\n<li data-start=\"3798\" data-end=\"3837\">KTP (WNI) atau Paspor &amp; KITAS (WNA)<\/li>\n<li data-start=\"3838\" data-end=\"3896\">NPWP suami &amp; KK (untuk istri yang ingin NPWP terpisah)<\/li>\n<li data-start=\"3897\" data-end=\"3965\">Surat Keterangan Kerja (jika karyawan) atau SKU (jika wirausaha)<\/li>\n<li data-start=\"3966\" data-end=\"4027\">Surat Pernyataan Pisah Harta (jika memilih NPWP terpisah)<\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"4029\" data-end=\"4078\"><strong data-start=\"4033\" data-end=\"4076\">6. Kirim Permohonan &amp; Tunggu Verifikasi<\/strong><\/h4>\n<ul data-start=\"4079\" data-end=\"4328\">\n<li data-start=\"4079\" data-end=\"4141\">Pastikan semua data dan dokumen yang diunggah sudah benar.<\/li>\n<li data-start=\"4142\" data-end=\"4203\">Klik <strong data-start=\"4149\" data-end=\"4171\">&#8220;Kirim Permohonan&#8221;<\/strong> untuk mengajukan pendaftaran.<\/li>\n<li data-start=\"4204\" data-end=\"4328\">Permohonan akan diproses oleh Direktorat Jenderal Pajak, dan hasilnya akan dikirimkan ke email dalam waktu <strong data-start=\"4313\" data-end=\"4325\">1&#215;24 jam<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4330\" data-end=\"4508\">Jika disetujui, Anda akan menerima NPWP dalam bentuk digital yang bisa langsung digunakan. Jika ada kendala, petugas pajak akan menghubungi Anda untuk klarifikasi lebih lanjut.<\/p>\n<h2 data-start=\"4515\" data-end=\"4612\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_NPWP_Istri_Ikut_Suami_Penghapusan_NPWP_Istri_Penggabungan_ke_NPWP_Suami\"><\/span><strong data-start=\"4518\" data-end=\"4610\">Cara Membuat NPWP Istri Ikut Suami (Penghapusan NPWP Istri &amp; Penggabungan ke NPWP Suami)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"4614\" data-end=\"4796\">Jika istri sudah memiliki NPWP sebelum menikah tetapi ingin mengikuti NPWP suami, maka perlu <strong data-start=\"4707\" data-end=\"4749\">mengajukan permohonan penghapusan NPWP<\/strong> terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n<h3 data-start=\"4798\" data-end=\"4848\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Ajukan_Penghapusan_NPWP_Secara_Online\"><\/span><strong data-start=\"4802\" data-end=\"4846\">1. Ajukan Penghapusan NPWP Secara Online<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-start=\"4849\" data-end=\"5163\">\n<li data-start=\"4849\" data-end=\"4907\">Login ke <a target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"4860\" data-end=\"4904\">ereg.pajak.go.id<\/a>.<\/li>\n<li data-start=\"4908\" data-end=\"4969\">Pilih menu <strong data-start=\"4921\" data-end=\"4966\">&#8220;Permohonan Layanan&#8221; \u2192 &#8220;Penghapusan NPWP&#8221;<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"4970\" data-end=\"5014\">Pilih alasan <strong data-start=\"4985\" data-end=\"5011\">&#8220;Mengikuti NPWP Suami&#8221;<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"5015\" data-end=\"5092\">Unggah dokumen pendukung seperti <strong data-start=\"5050\" data-end=\"5089\">KTP, KK, Akta Nikah, dan NPWP Suami<\/strong>.<\/li>\n<li data-start=\"5093\" data-end=\"5163\">Klik <strong data-start=\"5100\" data-end=\"5122\">&#8220;Kirim Permohonan&#8221;<\/strong> dan tunggu proses verifikasi dari DJP.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"5165\" data-end=\"5213\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tunggu_Persetujuan_Penghapusan_NPWP\"><\/span><strong data-start=\"5169\" data-end=\"5211\">2. Tunggu Persetujuan Penghapusan NPWP<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-start=\"5214\" data-end=\"5420\">\n<li data-start=\"5214\" data-end=\"5324\">DJP akan melakukan verifikasi dokumen dan mengirimkan <strong data-start=\"5270\" data-end=\"5307\">Surat Keterangan Penghapusan NPWP<\/strong> melalui email.<\/li>\n<li data-start=\"5325\" data-end=\"5420\">Setelah NPWP istri dihapus, penghasilan istri harus dilaporkan dalam <strong data-start=\"5396\" data-end=\"5417\">SPT tahunan suami<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-start=\"0\" data-end=\"61\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_Pajak_NPWP_Suami_Istri\"><\/span><strong data-start=\"3\" data-end=\"59\">Contoh Perhitungan Pajak NPWP Suami Istri<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\" data-start=\"63\" data-end=\"239\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21690\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1_4.png\" alt=\"contoh npwp\" width=\"758\" height=\"469\" \/>Contoh NPWP. Foto: Bapenda.Jabarprov.Go.Id.<\/span><\/i><\/p>\n<p data-start=\"63\" data-end=\"239\">Setelah memahami cara membuat dan mengelola NPWP suami istri, kini saatnya membahas bagaimana perhitungan pajak dilakukan berdasarkan pilihan <strong data-start=\"205\" data-end=\"236\">NPWP gabungan atau terpisah<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"241\" data-end=\"599\">Dalam sistem perpajakan di Indonesia, penghasilan suami dan istri dikenakan tarif <strong data-start=\"323\" data-end=\"359\">Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21<\/strong> yang bersifat <strong data-start=\"374\" data-end=\"387\">progresif<\/strong>, artinya semakin besar penghasilan, semakin tinggi tarif pajak yang dikenakan. Oleh karena itu, pilihan antara <strong data-start=\"499\" data-end=\"534\">NPWP gabungan dan NPWP terpisah<\/strong> dapat berdampak langsung pada jumlah pajak yang harus dibayar.<\/p>\n<h3 data-start=\"606\" data-end=\"668\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tarif_Penghasilan_Kena_Pajak_PKP_Berdasarkan_UU_HPP\"><\/span><strong data-start=\"609\" data-end=\"666\">Tarif Penghasilan Kena Pajak (PKP) Berdasarkan UU HPP<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"670\" data-end=\"863\">Perhitungan pajak suami istri mengacu pada <strong data-start=\"713\" data-end=\"789\">Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) No. 7 Tahun 2021<\/strong>, yang mengubah ketentuan tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebagai berikut:<\/p>\n<table data-start=\"865\" data-end=\"1328\">\n<thead data-start=\"865\" data-end=\"937\">\n<tr data-start=\"865\" data-end=\"937\">\n<th data-start=\"865\" data-end=\"918\"><strong data-start=\"867\" data-end=\"917\">Lapisan Penghasilan Kena Pajak (PKP) per Tahun<\/strong><\/th>\n<th data-start=\"918\" data-end=\"937\"><strong data-start=\"920\" data-end=\"935\">Tarif Pajak<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"1004\" data-end=\"1328\">\n<tr data-start=\"1004\" data-end=\"1068\">\n<td>Sampai dengan Rp60.000.000<\/td>\n<td>5%<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1069\" data-end=\"1133\">\n<td>Rp60.000.001 \u2013 Rp250.000.000<\/td>\n<td>15%<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1134\" data-end=\"1198\">\n<td>Rp250.000.001 \u2013 Rp500.000.000<\/td>\n<td>25%<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1199\" data-end=\"1263\">\n<td>Rp500.000.001 \u2013 Rp5.000.000.000<\/td>\n<td>30%<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1264\" data-end=\"1328\">\n<td>Di atas Rp5.000.000.000<\/td>\n<td>35%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p data-start=\"1330\" data-end=\"1483\">Dengan tarif progresif ini, keputusan untuk menggabungkan atau memisahkan NPWP sangat penting agar pajak yang dibayarkan lebih <strong data-start=\"1457\" data-end=\"1480\">efisien dan optimal<\/strong>.<\/p>\n<h3 data-start=\"1490\" data-end=\"1549\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_PPh_dengan_NPWP_Suami_Istri_Digabung\"><\/span><strong data-start=\"1493\" data-end=\"1547\">Menghitung PPh dengan NPWP Suami Istri Digabung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1551\" data-end=\"1575\"><strong data-start=\"1555\" data-end=\"1573\">Simulasi Kasus<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"1576\" data-end=\"1885\">\n<li data-start=\"1576\" data-end=\"1675\">Suami bekerja sebagai pegawai dengan gaji Rp10.000.000 per bulan (Rp120.000.000 per tahun).<\/li>\n<li data-start=\"1676\" data-end=\"1777\">Istri memiliki usaha kecil dengan laba bersih Rp3.000.000 per bulan (Rp36.000.000 per tahun).<\/li>\n<li data-start=\"1778\" data-end=\"1885\">Total penghasilan gabungan suami dan istri: Rp120.000.000 + Rp36.000.000 = Rp156.000.000 per tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1887\" data-end=\"1924\"><strong data-start=\"1887\" data-end=\"1921\">Pengurangan yang dapat diklaim<\/strong>:<\/p>\n<ul data-start=\"1925\" data-end=\"2092\">\n<li data-start=\"1925\" data-end=\"2019\">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk suami sebagai kepala keluarga: Rp54.000.000.<\/li>\n<li data-start=\"2020\" data-end=\"2092\">Tidak ada PTKP tambahan untuk istri karena penghasilan digabung.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2094\" data-end=\"2141\"><strong data-start=\"2094\" data-end=\"2139\">Perhitungan PKP (Penghasilan Kena Pajak):<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2142\" data-end=\"2194\">\n<li data-start=\"2142\" data-end=\"2194\">Rp156.000.000 &#8211; Rp54.000.000 = Rp102.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2196\" data-end=\"2250\"><strong data-start=\"2196\" data-end=\"2248\">Pajak yang harus dibayar dengan tarif progresif:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2251\" data-end=\"2443\">\n<li data-start=\"2251\" data-end=\"2302\">5% untuk Rp60.000.000 pertama \u2192 <strong>Rp3.000.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"2303\" data-end=\"2355\">15% untuk Rp42.000.000 sisanya \u2192 <strong>Rp6.300.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"2356\" data-end=\"2443\">Total PPh yang harus dibayar: Rp3.000.000 + Rp6.300.000 = <strong>Rp9.300.000 per tahun<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan penghasilan digabung, pajak yang dibayarkan sebesar <strong data-start=\"2527\" data-end=\"2552\">Rp9.300.000 per tahun<\/strong>. Penghasilan istri masuk dalam perhitungan pajak suami, dan PTKP hanya berlaku untuk suami sebagai kepala keluarga.<\/p>\n<h3 data-start=\"2681\" data-end=\"2739\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_PPh_dengan_NPWP_Suami_Istri_Dipisah\"><\/span><strong data-start=\"2684\" data-end=\"2737\">Menghitung PPh dengan NPWP Suami Istri Dipisah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"2741\" data-end=\"2796\">Dengan simulasi yang sama jika suami dan istri memiliki <strong data-start=\"2827\" data-end=\"2844\">NPWP terpisah<\/strong>, masing-masing akan dihitung pajaknya sendiri.<\/p>\n<h4 data-start=\"2895\" data-end=\"2929\"><strong data-start=\"2900\" data-end=\"2927\">Perhitungan Pajak Suami<\/strong><\/h4>\n<ul data-start=\"2930\" data-end=\"3076\">\n<li data-start=\"2930\" data-end=\"2974\">Penghasilan per tahun: <strong>Rp120.000.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"2975\" data-end=\"3013\">PTKP untuk suami: <strong>Rp54.000.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"3014\" data-end=\"3076\">PKP suami: Rp120.000.000 &#8211; Rp54.000.000 = <strong>Rp66.000.000<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3078\" data-end=\"3092\"><strong>Pajak suami:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3093\" data-end=\"3243\">\n<li data-start=\"3093\" data-end=\"3144\">5% untuk Rp60.000.000 pertama \u2192 <strong>Rp3.000.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"3145\" data-end=\"3194\">15% untuk Rp6.000.000 sisanya \u2192 <strong>Rp900.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"3195\" data-end=\"3243\">Total pajak suami: <strong>Rp3.900.000 per tahun<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h4 data-start=\"3245\" data-end=\"3279\"><strong data-start=\"3250\" data-end=\"3277\">Perhitungan Pajak Istri<\/strong><\/h4>\n<ul data-start=\"3280\" data-end=\"3483\">\n<li data-start=\"3280\" data-end=\"3323\">Penghasilan per tahun: <strong>Rp36.000.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"3324\" data-end=\"3390\">PTKP untuk istri (karena punya NPWP sendiri): <strong>Rp54.000.000<\/strong><\/li>\n<li data-start=\"3391\" data-end=\"3483\">PKP istri: Rp36.000.000 &#8211; Rp54.000.000 = <strong>Rp0 (Tidak kena pajak karena di bawah PTKP)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Pajak suami sebesar <strong data-start=\"3528\" data-end=\"3553\">Rp3.900.000 per tahun<\/strong>. Pajak istri <strong data-start=\"3571\" data-end=\"3578\">Rp0<\/strong> karena penghasilan masih di bawah batas PTKP. Total pajak keluarga hanya <strong data-start=\"3656\" data-end=\"3681\">Rp3.900.000 per tahun<\/strong>, jauh lebih rendah dibandingkan dengan NPWP gabungan (<strong data-start=\"3736\" data-end=\"3761\">Rp9.300.000 per tahun<\/strong>).<\/p>\n<h2 data-start=\"0\" data-end=\"70\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jadi_Pilih_NPWP_Suami_Istri_Digabung_atau_Dipisah\"><\/span><strong data-start=\"3\" data-end=\"68\">Jadi Pilih NPWP Suami Istri Digabung atau Dipisah?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-21692\" src=\"https:\/\/www.intiland.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1_5.jpg\" alt=\"npwp suami istri\" width=\"1600\" height=\"1200\" \/>Ilustrasi suami dan istri. Foto: <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pxhere<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p data-start=\"72\" data-end=\"251\">Setelah memahami aturan, cara pembuatan, dan perhitungan pajak untuk <strong data-start=\"141\" data-end=\"176\">NPWP gabungan dan NPWP terpisah<\/strong>, pertanyaan yang sering muncul adalah <strong data-start=\"215\" data-end=\"249\">mana yang lebih menguntungkan?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"253\" data-end=\"435\">Pilihan antara <strong data-start=\"268\" data-end=\"310\">NPWP suami istri digabung atau dipisah<\/strong> tergantung pada beberapa faktor utama, seperti besaran penghasilan, kemudahan administrasi, dan potensi penghematan pajak.<\/p>\n<p data-start=\"437\" data-end=\"595\">Pada bagian ini, kita akan membahas keuntungan dan kekurangan masing-masing opsi serta faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.<\/p>\n<h3 data-start=\"602\" data-end=\"655\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_dan_Kekurangan_Masing-Masing_Opsi\"><\/span><strong data-start=\"605\" data-end=\"653\">Keuntungan dan Kekurangan Masing-Masing Opsi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"657\" data-end=\"770\">Berikut adalah perbandingan <strong data-start=\"685\" data-end=\"719\">NPWP gabungan vs NPWP terpisah<\/strong> dari berbagai aspek perpajakan dan administrasi.<\/p>\n<table data-start=\"772\" data-end=\"1780\">\n<thead data-start=\"772\" data-end=\"865\">\n<tr data-start=\"772\" data-end=\"865\">\n<th data-start=\"772\" data-end=\"801\"><strong data-start=\"774\" data-end=\"783\">Aspek<\/strong><\/th>\n<th data-start=\"801\" data-end=\"834\"><strong data-start=\"803\" data-end=\"833\">NPWP Gabungan (Ikut Suami)<\/strong><\/th>\n<th data-start=\"834\" data-end=\"865\"><strong data-start=\"836\" data-end=\"863\">NPWP Terpisah (Mandiri)<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"958\" data-end=\"1780\">\n<tr data-start=\"958\" data-end=\"1120\">\n<td><strong data-start=\"960\" data-end=\"986\">Kemudahan Administrasi<\/strong><\/td>\n<td>Lebih sederhana karena hanya suami yang melaporkan SPT.<\/td>\n<td>Lebih rumit karena suami dan istri wajib melaporkan SPT masing-masing.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1121\" data-end=\"1364\">\n<td><strong data-start=\"1123\" data-end=\"1145\">Penghitungan Pajak<\/strong><\/td>\n<td>Pajak dihitung berdasarkan total penghasilan gabungan, bisa lebih tinggi jika masuk bracket pajak progresif lebih besar.<\/td>\n<td>Pajak dihitung masing-masing, berpotensi lebih hemat jika istri berpenghasilan sendiri.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1365\" data-end=\"1509\">\n<td><strong data-start=\"1367\" data-end=\"1417\">Penggunaan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)<\/strong><\/td>\n<td>Hanya suami yang mendapat PTKP, istri tidak.<\/td>\n<td>Suami dan istri sama-sama mendapat PTKP.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"1510\" data-end=\"1780\">\n<td><strong data-start=\"1512\" data-end=\"1527\">Cocok untuk<\/strong><\/td>\n<td>&#8211; Istri tidak bekerja atau memiliki penghasilan kecil.<br \/>\n&#8211; Pasangan ingin administrasi pajak yang lebih sederhana.<\/td>\n<td>&#8211; Istri memiliki penghasilan tetap atau usaha sendiri.<br \/>\n&#8211; Pasangan ingin memaksimalkan PTKP untuk mengurangi pajak terutang.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p data-start=\"1782\" data-end=\"1802\"><strong data-start=\"1785\" data-end=\"1800\">Kesimpulan:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"1803\" data-end=\"2096\">\n<li data-start=\"1803\" data-end=\"1935\"><strong data-start=\"1805\" data-end=\"1838\">NPWP gabungan lebih sederhana<\/strong>, tetapi dapat meningkatkan jumlah pajak yang harus dibayar jika penghasilan istri cukup besar.<\/li>\n<li data-start=\"1936\" data-end=\"2096\"><strong data-start=\"1938\" data-end=\"1973\">NPWP terpisah lebih hemat pajak<\/strong> jika suami dan istri memiliki penghasilan yang cukup tinggi, karena masing-masing bisa memanfaatkan PTKP secara mandiri.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"2103\" data-end=\"2154\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Sebaiknya_Menggunakan_NPWP_Gabungan\"><\/span><strong data-start=\"2106\" data-end=\"2152\">Kapan Sebaiknya Menggunakan NPWP Gabungan?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"2156\" data-end=\"2200\">NPWP gabungan cocok dalam situasi berikut:<\/p>\n<ol data-start=\"2202\" data-end=\"2907\">\n<li data-start=\"2202\" data-end=\"2465\">\n<p data-start=\"2205\" data-end=\"2281\"><strong data-start=\"2205\" data-end=\"2279\">Istri tidak memiliki penghasilan atau hanya memiliki penghasilan kecil<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2285\" data-end=\"2465\">\n<li data-start=\"2285\" data-end=\"2465\">Jika istri hanya memiliki penghasilan tambahan kecil (misalnya dari usaha sampingan), maka lebih praktis untuk menggunakan NPWP gabungan agar lebih mudah dalam pelaporan pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"2467\" data-end=\"2669\">\n<p data-start=\"2470\" data-end=\"2524\"><strong data-start=\"2470\" data-end=\"2522\">Pasangan ingin administrasi yang lebih sederhana<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2528\" data-end=\"2669\">\n<li data-start=\"2528\" data-end=\"2669\">Dengan NPWP gabungan, hanya suami yang wajib menyampaikan laporan <strong data-start=\"2596\" data-end=\"2611\">SPT Tahunan<\/strong>, sehingga mengurangi beban administrasi pajak keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"2671\" data-end=\"2907\">\n<p data-start=\"2674\" data-end=\"2745\"><strong data-start=\"2674\" data-end=\"2743\">Total penghasilan keluarga masih dalam lapisan tarif pajak rendah<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2749\" data-end=\"2907\">\n<li data-start=\"2749\" data-end=\"2907\">Jika setelah digabung, total penghasilan masih masuk dalam <strong data-start=\"2810\" data-end=\"2834\">bracket pajak 5%-15%<\/strong>, maka perbedaan jumlah pajak yang dibayarkan tidak terlalu signifikan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"2909\" data-end=\"2931\"><strong data-start=\"2912\" data-end=\"2929\">Contoh Kasus:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2932\" data-end=\"3202\">\n<li data-start=\"2932\" data-end=\"3007\">Suami bekerja sebagai pegawai dengan penghasilan Rp8.000.000 per bulan.<\/li>\n<li data-start=\"3008\" data-end=\"3087\">Istri memiliki usaha kecil dengan keuntungan sekitar Rp2.000.000 per bulan.<\/li>\n<li data-start=\"3088\" data-end=\"3202\">Jika menggunakan NPWP gabungan, administrasi lebih mudah karena istri tidak perlu melaporkan pajaknya sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3209\" data-end=\"3260\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Sebaiknya_Menggunakan_NPWP_Terpisah\"><\/span><strong data-start=\"3212\" data-end=\"3258\">Kapan Sebaiknya Menggunakan NPWP Terpisah?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"3262\" data-end=\"3317\">NPWP terpisah lebih disarankan dalam kondisi berikut:<\/p>\n<ol data-start=\"3319\" data-end=\"4139\">\n<li data-start=\"3319\" data-end=\"3564\">\n<p data-start=\"3322\" data-end=\"3379\"><strong data-start=\"3322\" data-end=\"3377\">Istri memiliki penghasilan sendiri yang cukup besar<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3383\" data-end=\"3564\">\n<li data-start=\"3383\" data-end=\"3564\">Jika istri bekerja sebagai karyawan tetap atau memiliki bisnis dengan penghasilan signifikan, maka NPWP terpisah akan lebih menguntungkan karena dapat memanfaatkan PTKP sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"3566\" data-end=\"3894\">\n<p data-start=\"3569\" data-end=\"3617\"><strong data-start=\"3569\" data-end=\"3615\">Menghindari kenaikan tarif pajak progresif<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3621\" data-end=\"3894\">\n<li data-start=\"3621\" data-end=\"3754\">Jika penghasilan suami dan istri digabung, ada kemungkinan totalnya masuk ke lapisan pajak yang lebih tinggi (<strong data-start=\"3733\" data-end=\"3750\">tarif 25%-30%<\/strong>).<\/li>\n<li data-start=\"3758\" data-end=\"3894\">Dengan NPWP terpisah, masing-masing bisa berada di lapisan pajak yang lebih rendah sehingga total pajak yang dibayarkan lebih kecil.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"3896\" data-end=\"4139\">\n<p data-start=\"3899\" data-end=\"3966\"><strong data-start=\"3899\" data-end=\"3964\">Istri butuh NPWP untuk keperluan bisnis atau pengajuan kredit<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"3970\" data-end=\"4139\">\n<li data-start=\"3970\" data-end=\"4139\">Jika istri memiliki bisnis sendiri atau ingin mengajukan kredit (misalnya Kredit Pemilikan Rumah\/KPR), memiliki NPWP pribadi sering kali menjadi syarat administrasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"4141\" data-end=\"4163\"><strong data-start=\"4144\" data-end=\"4161\">Contoh Kasus:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"4164\" data-end=\"4509\">\n<li data-start=\"4164\" data-end=\"4211\">Suami memiliki gaji Rp12.000.000 per bulan.<\/li>\n<li data-start=\"4212\" data-end=\"4287\">Istri memiliki bisnis dengan penghasilan bersih Rp10.000.000 per bulan.<\/li>\n<li data-start=\"4288\" data-end=\"4397\">Jika menggunakan NPWP gabungan, total penghasilan Rp22.000.000 per bulan bisa masuk ke lapisan pajak 25%.<\/li>\n<li data-start=\"4398\" data-end=\"4509\">Jika menggunakan NPWP terpisah, masing-masing bisa berada di lapisan pajak 15%, sehingga lebih hemat pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"4516\" data-end=\"4558\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_Perlu_Dipertimbangkan\"><\/span><strong data-start=\"4519\" data-end=\"4556\">Faktor yang Perlu Dipertimbangkan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"4560\" data-end=\"4648\">Sebelum memilih NPWP gabungan atau terpisah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:<\/p>\n<ol data-start=\"4650\" data-end=\"5509\">\n<li data-start=\"4650\" data-end=\"4918\">\n<p data-start=\"4653\" data-end=\"4692\"><strong data-start=\"4653\" data-end=\"4690\">Total penghasilan suami dan istri<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"4696\" data-end=\"4918\">\n<li data-start=\"4696\" data-end=\"4828\">Jika setelah digabung penghasilan keluarga masuk ke <strong data-start=\"4750\" data-end=\"4785\">lapisan pajak yang lebih tinggi<\/strong>, maka NPWP terpisah lebih menguntungkan.<\/li>\n<li data-start=\"4832\" data-end=\"4918\">Jika penghasilan istri tidak terlalu besar, maka NPWP gabungan bisa lebih praktis.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"4920\" data-end=\"5163\">\n<p data-start=\"4923\" data-end=\"4972\"><strong data-start=\"4923\" data-end=\"4970\">Kebutuhan administrasi dan kepemilikan aset<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"4976\" data-end=\"5163\">\n<li data-start=\"4976\" data-end=\"5070\">Jika istri ingin mengajukan kredit atau memiliki bisnis sendiri, NPWP terpisah lebih baik.<\/li>\n<li data-start=\"5074\" data-end=\"5163\">Jika pasangan ingin administrasi lebih sederhana, NPWP gabungan bisa menjadi pilihan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"5165\" data-end=\"5339\">\n<p data-start=\"5168\" data-end=\"5207\"><strong data-start=\"5168\" data-end=\"5205\">Jenis pekerjaan atau bisnis istri<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"5211\" data-end=\"5339\">\n<li data-start=\"5211\" data-end=\"5339\">Jika istri memiliki <strong data-start=\"5233\" data-end=\"5267\">usaha atau pekerjaan freelance<\/strong>, memiliki NPWP sendiri akan lebih memudahkan dalam pengelolaan pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"5341\" data-end=\"5509\">\n<p data-start=\"5344\" data-end=\"5380\"><strong data-start=\"5344\" data-end=\"5378\">Perubahan kebijakan perpajakan<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"5384\" data-end=\"5509\">\n<li data-start=\"5384\" data-end=\"5509\">Pemerintah secara bertahap mengintegrasikan <strong data-start=\"5430\" data-end=\"5450\">NIK sebagai NPWP<\/strong>, sehingga aturan perpajakan dapat berubah di masa depan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"5853\" data-end=\"6006\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.intiland.com\/id\/blog\/perbedaan-perhitungan-pajak-penghasilan-lajang-dan-menikah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Perhitungan Pajak Penghasilan (PTKP) saat Lajang dan Sudah Menikah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2 data-start=\"908\" data-end=\"988\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Optimalkan_Keuangan_Keluarga_dengan_Investasi_Properti_Bersama_Intiland\"><\/span><strong data-start=\"911\" data-end=\"986\">Optimalkan Keuangan Keluarga dengan Investasi Properti Bersama Intiland<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"990\" data-end=\"1302\">Jika Anda sudah memahami pengelolaan pajak keluarga dengan baik, langkah berikutnya adalah <strong data-start=\"1081\" data-end=\"1146\">memaksimalkan penghasilan dengan investasi yang menguntungkan<\/strong>. Salah satu pilihan terbaik adalah <strong data-start=\"1182\" data-end=\"1204\">investasi properti<\/strong>, yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang dan meningkatkan kestabilan keuangan keluarga.<\/p>\n<p data-start=\"1304\" data-end=\"1574\">Sebagai <strong data-start=\"1312\" data-end=\"1357\">developer properti terkemuka di Indonesia<\/strong>, <strong data-start=\"1359\" data-end=\"1400\"><a href=\"https:\/\/www.intiland.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-start=\"1361\" data-end=\"1398\">Intiland<\/a><\/strong> menawarkan berbagai pilihan <strong data-start=\"1429\" data-end=\"1449\">properti premium<\/strong> yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda, mulai dari <strong data-start=\"1516\" data-end=\"1571\">rumah tinggal, apartemen, hingga properti komersial<\/strong>.<\/p>\n<h3 data-start=\"1576\" data-end=\"1611\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Memilih_Intiland\"><\/span><strong data-start=\"1580\" data-end=\"1609\">Mengapa Memilih Intiland?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li data-start=\"1612\" data-end=\"1875\"><strong data-start=\"1614\" data-end=\"1634\">Lokasi strategis<\/strong> di berbagai kota besar di Indonesia<\/li>\n<li data-start=\"1612\" data-end=\"1875\"><strong data-start=\"1675\" data-end=\"1696\">Fasilitas premium<\/strong> yang menunjang kenyamanan hidup<\/li>\n<li data-start=\"1612\" data-end=\"1875\"><strong data-start=\"1733\" data-end=\"1782\">Pilihan investasi properti yang menguntungkan<\/strong> untuk masa depan<\/li>\n<li data-start=\"1612\" data-end=\"1875\"><strong data-start=\"1804\" data-end=\"1840\">Kemudahan dalam proses pembelian<\/strong> termasuk opsi KPR yang fleksibel<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1877\" data-end=\"2061\">Dengan memahami strategi pajak dan pengelolaan keuangan yang tepat, Anda bisa lebih siap dalam mengambil keputusan besar, termasuk dalam memilih <strong data-start=\"2022\" data-end=\"2058\">properti impian bersama Intiland<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2063\" data-end=\"2259\">\ud83d\udd0e <strong data-start=\"2066\" data-end=\"2173\">Jelajahi proyek-proyek terbaru dari Intiland dan wujudkan investasi properti yang cerdas sekarang juga!<\/strong> Kunjungi <strong><a href=\"https:\/\/www.intiland.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-start=\"2183\" data-end=\"2227\">www.intiland.com<\/a><\/strong> untuk informasi lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":21684,"template":"","categories":[48,52],"blog-tag":[165,164,167,139,166],"blog-category":[125,168],"class_list":["post-21694","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-tips-trik","blog-tag-cara-membuat-npwp-online","blog-tag-npwp","blog-tag-npwp-pribadi","blog-tag-pajak","blog-tag-pajak-penghasilan","blog-category-blog","blog-category-tips-trik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/21694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/21694\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37328,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/21694\/revisions\/37328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21694"},{"taxonomy":"blog-tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog-tag?post=21694"},{"taxonomy":"blog-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/blog-category?post=21694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}