{"id":11977,"date":"2019-02-01T19:58:07","date_gmt":"2019-02-01T12:58:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.intiland.com\/?p=11977"},"modified":"2023-06-27T14:36:05","modified_gmt":"2023-06-27T07:36:05","slug":"intiland-raih-fasilitas-kredit-sindikasi-rp28-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/intiland-raih-fasilitas-kredit-sindikasi-rp28-triliun\/","title":{"rendered":"Intiland Raih Fasilitas Kredit Sindikasi Rp2,8 Triliun"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Intiland Raih Fasilitas Kredit Sindikasi Rp2,8 Triliun<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\"><b><strong>Jakarta<\/strong><\/b>\u00a0(1\/30) \u2013 Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) meraih fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp2,8 triliun. Fasilitas kredit sindikasi dengan tenor delapan tahun ini (sampai dengan 2026) dikucurkan Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Central Asia (BCA) yang masing-masing senilai Rp1,63 triliun (58,33 %) dan Rp1,17 triliun (41,67 %) dengan tingkat bunga 10,5 persen.<\/span><span style=\"font-size: 14px;\"><b><strong>\u00a0<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono\u00a0menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan dukungan BNI dan BCA dalam pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini. Pemberian fasilitas pembiayaan ini merupakan wujud kepercayaan sektor perbankan dan keuangan terhadap prospek usaha perseroan di masa mendatang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">\u201cKami memberikan apresiasi terhadap kepercayaan dan dukungan BNI dan BCA terhadap Intiland. Pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi Intiland untuk mengeksekusi rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha,\u201d kata Archied pada saat konferensi pers di Jakarta, Rabu 30 Januari 2018.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Pemberian fasilitas kredit sindikasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama yang telah dijalin sejak September tahun lalu. Pengucuran fasilitas kredit sindikasi tersebut secara resmi telah ditandatangi oleh masing-masing pihak Intiland, BNI, dan BCA pada 21 Desember 2018.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Archied menjelaskan bahwa fasilitas pendanaan ini merupakan kredit investasi yang digunakan untuk pendanaan ulang (<em>refinancing<\/em>) dan menambah modal kerja (<em>working capital<\/em>). Perseroan rencananya mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk\u00a0<em>refinancing<\/em>\u00a0pinjaman ke delapan bank dan melunasi hutang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan tahun ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Intiland pada saat ini tercatat memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor pinjaman yang berbeda-beda. Kondisi ini menyebabkan model pengelolaan hutang menjadi kurang efisien dari sisi\u00a0<em>cost of fund<\/em>\u00a0maupun proses administrasinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Langkah\u00a0<em>refinancing<\/em>\u00a0lewat pelunasan hutang-hutang tersebut memberikan manfaat positif bagi perseroan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain menurunkan beban biaya bunga, menyederhanakan proses administrasi, serta memperbaiki struktur keuangan perseroan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">\u201cDengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang, kami punya ruang lebih longgar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan untuk pengembangan usaha. Total pinjaman bank yang kami<em>refinancing<\/em>\u00a0sebesar Rp2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp428 miliar dan untuk\u00a0<em>working capital<\/em>\u00a0sekitar Rp221,67 miliar,\u201d ungkap Archied.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Perseroan pada tahun 2016 menerbitkan obligasi II senilai Rp590 miliar yang terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp428 miliar dengan tingkat bunga 10,75 persen dengan tenor tiga tahun. Obligasi Seri B memiliki tenor lima tahun senilai Rp162 miliar dengan kupon 11 persen.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">\u201cObligasi seri A akan jatuh tempo pada 29 Juni 2019. Saat ini dana dari fasilitas kreditnya sudah siap, tinggal menunggu pembayaran pada saat jatuh tempo,\u201d ungkap Archied lebih lanjut.<\/span><span style=\"font-size: 14px;\"><b><strong>\u00a0<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Selain digunakan untuk\u00a0<em>refinancing<\/em>\u00a0hutang bank, fasilitas kredit sindikasi ini sebagian dialokasikan untuk untuk menambah modal kerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">?Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan bahwa penyaluran kredit BNI bersama\u00a0 dengan BCA untuk PT Intiland Development Tbk merupakan salah satu bentuk dukungan korporasi pada sektor properti. Ini juga merupakan bentuk dukungan BNI untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.\u00a0 Dalam perjanjian kredit sindikasi ini, selain sebagai\u00a0<em>Join Mandated Lead Arranger &amp; Bookrunner\u00a0<\/em>(JMLAB), BNI juga berperan sebagai\u00a0<em>Facility Agent<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Escrow Agent.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">\u201cKesepakatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara bank BUMN dengan perbankan swasta yang terus berjalan dalam memicu penyaluran kredit ke sektor properti,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\"><b><strong>\u00a0<\/strong><\/b><\/span><span style=\"font-size: 14px;\"><b><strong>Kinerja Penjualan<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Intiland pada 2018 mencatatkan pendapatan penjualan (<em>marketing sales)<\/em>\u00a0senilai Rp2,28 triliun, atau lebih rendah dibandingkan tahun 2017 senilai 2,93 triliun.\u00a0\u00a0Namun demikian, perseroan berhasil meningkatkan kinerja pendapatan berkelanjutan (<em>recurring income<\/em>) yang tercatat mencapai Rp595,7 miliar, atau melonjak 12,8 persen dibandingkan tahun 2017 senilai Rp528,2 miliar<b><strong>.<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">\u201cPasar hanya cenderung\u00a0<em>wait and see<\/em>\u00a0dan segera kembali pulih ketika ada momentum positif. Kami melihat daya beli pasar tetap ada, namun konsumen lebih selektif untuk melakukan pembelian dan investasi properti,\u201d kata Archied.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Tahun ini perseroan akan fokus pada pengembangan di proyek-proyek yang telah berjalan. Pengembangan tersebut antara lain adalah\u00a0<em>townhouse<\/em>\u00a0Pinang Residence, klaster baru di kawasan perumahan Serenia Hills, serta pengembangan apartemen baru di proyek South Quarter.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Intiland telah menyiapkan sejumlah strategi utama untuk menjaga pertumbuhan kinerja tahun ini. Selain membuka peluang menjalin kerjasama strategis dalam bentuk\u00a0<em>partnership<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>joint venture,<\/em>perseroan juga fokus untuk\u00a0memasarkan inventori atau sisa stok produk.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 14px;\">Strategi berikutnya yakni memperbaiki kualitas aset dengan melepas aset-aset yang bukan masuk kategori inti dan kurang produktif. Langkah-langkah strategis ini diyakini akan memperkuat kinerja usaha.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Intiland Raih Fasilitas Kredit Sindikasi Rp2,8 Triliun Jakarta\u00a0(1\/30) \u2013 Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) meraih fasilitas kredit<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":13848,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-11977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11977"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11977\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.intiland.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}