Pentingnya Surat-Surat Jual Beli Rumah

surat surat jual beli rumah

Anda menemukan rumah impian. Seluruh anggota keluarga bersemangat ingin menempati rumah baru. Tunggu dulu! Jangan segera membayar jika Anda belum mengurus surat-surat jual beli rumah dengan lengkap.

Membeli rumah merupakan suatu keputusan besar, jadi sudah sewajarnya Anda harus memperhatikan dokumen yang diperlukan dengan teliti. Surat-surat jual beli rumah yang tidak lengkap bisa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Anda tidak ingin suatu saat orang lain mengklaim tanah atas rumah Anda kan?

Surat surat jual beli tanah sangat penting agar hak kepemilikan Anda benar dan sah secara hukum. Untuk itu Anda perlu menggunakan jasa notaris untuk mengurus surat-surat jual beli rumah dengan benar.

  1. Identitas Penjual dan Pembeli

Bagian ini berisi informasi tentang identitas Penjual dan Pembeli, seperti Nomor KTP, Tempat/Tanggal Lahir, Pekerjaan dan Alamat Domisili. Di bawah setiap identitas, tuliskan kedudukannya, apakah sebagai Penjual atau Pembeli. Biasanya data Penjual ditaruh di bagian atas, disusul di bawahnya data Pembeli.

  1. Data Rumah

Data rumah yang akan ditransaksikan ditulis lengkap, termasuk nomor sertifikat, alamat lengkap rumah, gambar denah dan situasi rumah, luas tanah, luas bangunan, batas-batas tanah atau pekarangan tempat lokasi rumah tersebut. Semua informasi ini harus menunjukkan bukti dokumen asli sebagai bukti kepemilikan rumah yang legal.

  1. Harga Jual dan Metode Pembayaran

Harga jual bisa dijabarkan lengkap dengan harga tanah, harga bangunan rumah dan harga total keduanya. Cara pembayaran juga harus tercantum jelas, apakah secara tunai, melalui cicilan atau KPR. Kesepakatan metode pembayaran tertulis dengan jelas beserta tanggal pembayaran terakhir. Ingatlah untuk memasukkan jumlah tanda jadi dan uang muka yang dibayarkan sebagai tanda pengikat transaksi antara pihak penjual dan pembeli.

  1. Serah Terima Kepemilikan

Proses ini menetapkan tanggal dan cara pengalihan rumah dari penjual kepada pembeli, termasuk di dalamnya penyerahan sertifikat hak milik dan kunci. Proses serah terima kepemilikan bisa dilakukan setelah kedua pihak menandatangani surat-surat jual beli rumah atau setelah pembeli telah menyelesaikan sebagian atau seluruh pembayaran.

  1. Balik Nama Kepemilikan

Balik nama kepemilikan dalam surat-surat jual beli rumah menjelaskan secara rinci hari, tanggal, bulan, dan tahun selesainya proses ini. Cantumkan informasi mengenai biaya dan pihak yang membayar (biasanya pihak pembeli).

  1. Pajak, Iuran, dan Retribusi

Biaya-biaya pajak, iuran, dan retribusi lain yang menjadi tanggungan pihak pembeli harus tercantum dengan lengkap agar kewajiban-kewajiban tersebut berjalan lancar setelah berganti kepemilikan.

  1. Jangka Waktu dan Hal Tak Terduga

Surat-surat jual beli rumah yang baik selalu mencantumkan kedua hal ini agar kedua belah pihak bisa mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya dengan terencana. Ada baiknya Anda mengisi bagian ini dengan aturan seandainya terjadi keadaan yang tidak terduga. Misalnya, jika salah satu pihak meninggal dunia sebelum selesainya seluruh proses, apakah dilanjutkan oleh ahli waris yang ditunjuk sebelumnya. Sertakan juga hal lain yang mungkin belum tercakup dalam surat-surat jual beli rumah tersebut.

  1. Tanda Tangan di Atas Materai

Penjual maupun pembeli tentu saja harus membubuhkan tanda tangan masing-masing di atas meterai sebagai pengesahan surat-surat jual beli rumah. Surat dibuat rangkap dua dengan pihak penjual membawa dokumen yang berisi tanda tangan asli pembeli dan sebaliknya.

Bacalah ulang dengan teliti sebelum menandatangani surat tersebut. Jika ada yang masih kurang jelas sebaiknya Anda bertanya dan meminta perbaikan terlebih dahulu.

  1. Saksi

Di bagian akhir surat-surat jual beli rumah biasanya ada tanda tangan para saksi sebagai pihak yang mengetahui proses ini dan telah membantu memverifikasi bukti kepemilikan rumah.

Hal Penting Lain Yang Wajib Diperhatikan

Dalam proses menyelesaikan surat-surat jual beli rumah ada baiknya Anda mencari informasi tambahan mengenai sejarah rumah tersebut. Misalnya, jika Anda membeli rumah warisan pastikan untuk mengetahui siapa saja anggota keluarga yang berhak untuk mewakili transaksi secara sah. Jangan sampai konflik keluarga besar mengganggu properti Anda di kemudian hari.

Dua hal penting lainnya adalah listrik dan air. Bukan hanya berapa besar daya listriknya, tetapi apakah jaringannya stabil, karena akan mempengaruhi kinerja peralatan rumah tangga seperti kulkas, ac dan microwave yang sensitif. Listrik yang voltasenya naik turun mudah merusak alat-alat elektronik.  Jika rumah tersebut memakai air tanah, pastikan pompa airnya berfungsi normal dan airnya bersih untuk mandi dan mencuci.

Ringkasan

Di zaman modern ini, kelengkapan surat-surat jual beli rumah sama pentingnya dengan keadaan atau lokasi rumah tersebut. Pastikan Anda memeriksa sesuai dengan daftar di atas, dan pakailah jasa notaris yang terpercaya karena sudah terbiasa membuat draf surat-surat jual beli rumah.