Syarat, Cara dan Keuntungan Take Over KPR

cara take over kpr

Take over KPR atau juga disebut pengalihan kreditur adalah pemindahan atas pinjaman kredit kepemilikkan rumah yang sudah berjalan dari satu bank ke bank yang lain. Mengapa orang melakukan hal ini?

Hal ini bisa terjadi karena pembeli rumah (pengaju KPR) terlalu bersemangat saat menemukan rumah idaman sehingga kurang melakukan riset pembiayaan. Atau, pilihan bank sudah direkomendasikan oleh pihak pengembang, sehingga tidak berpikir panjang lagi untuk segera merealisasikan transaksi jual beli.

Cicilan yang kelihatannya ringan juga bisa menutupi tingginya bunga yang dibayarkan. Hanya ratusan ribu atau beberapa juta rupiah per bulan, namun bisa jadi rumah seharga Rp500 juta Anda beli dengan membayar total Rp750 juta lebih jika dihitung bersama bunganya.

Lalu, bisakah Anda mengalihkan KPR untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah? Bisa saja dengan yang namanya take over KPR. Anda memindahkan kredit rumah ke bank yang lain dengan mengikuti tarif kredit yang baru. Dengan mendapatkan bunga yang lebih rendah, otomatis cicilan atau angsuran rumah juga berkurang setiap bulannya.

Apa saja keuntungan take over KPR? Bagaimana cara take over KPR agar bisa terealisasi? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini.

Keuntungan Take Over KPR

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan melalui cara take over KPR yang cerdas. Pertama, bunga KPR awal yang floating bisa diubah menjadi fixed. Perencanaan pembayaran cicilan Anda menjadi lebih terprediksi dan jelas. Ini lebih cocok juga bagi Anda yang benar-benar hanya memiliki penghasilan tetap (tidak fluktuatif atau berdasarkan komisi).

Kedua, tenor atau jangka waktu KPR. Cara take over KPR seperti ini bisa memperpanjang masa angsuran untuk mengurangi jumlah cicilan yang dibayarkan per bulan. Namun ingat, semakin panjang jangka waktunya berarti semakin banyak pula bunga yang Anda bayarkan.

Ketiga, take over KPR bisa mengubah jenisnya, dari konvensional menjadi syariah. Pada umumnya KPR syariah bunganya lebih rendah dari KPR konvensional, namun ini juga tergantung dari pilihan atau preferensi pengaju kredit itu sendiri. Tetap pelajari dan lihat perbedaannya.

Keuntungan yang keempat dari take over KPR adalah mengambil dana pinjaman ekstra. Anda bisa meningkatkan jumlah kredit hingga 80 persen dari harga rumah. Fasilitas seperti ini umum ditawarkan oleh pihak pemberi kredit, khususnya jika kredit sebelumnya akan berakhir, untuk menjaga nasabah tetap bertransaksi dengan institusi atau bank tersebut.

Cara Take Over KPR Agar Berhasil

Ada cara take over KPR yang akan meningkatkan keberhasilan pengajuan. Proses pengajuan take over KPR tidak berbeda dengan yang sebelumnya karena bagi bank, Anda adalah nasabah baru mereka.

Bank akan tetap melakukan analisa dan menghitung ulang jaminan yang Anda berikan. Mereka pun akan meminta dokumen sesuai persyaratan yang telah ditentukan, seperti bukti penghasilan terakhir sebagai sumber pembayaran utama.

Strategi lain untuk memuluskan pengajuan take over KPR adalah jika Anda senantiasa membayar cicilan tepat waktu di bank sebelumnya. Track record ini akan dilihat oleh bank sebagai salah satu bahan pertimbangan utama. Jangan sampai anda kelihatan sering terlambat membayar sehingga dilihat sebagai calon nasabah yang non-bankable sehingga pengajuan ditolak. Anda bisa memberikan riwayat pembayaran angsuran dari bank sebelumnya untuk mempercepat proses ini.

Selain itu, bank juga akan menilai jaminan yang ada dan mengecek keabsahan dokumen-dokumen seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), apakah masih sesuai dengan keadaan saat pengajuan. Misalnya, di IMB tertera sebagai rumah satu lantai, namun setelah renovasi bangunan ternyata menjadi dua lantai.

Pertimbangan terakhir sebelum take over KPR adalah biaya pemindahan. Sering kali, ada denda yang mengikuti jika Anda melunasi pinjaman sebelum waktunya. Jumlah denda berbeda untuk tiap bank, tetapi biasanya dihitung dari sisa pokok pinjaman. Selain itu, biaya lain seperti appraisal, notaris dan dokumen-dokumen lain juga akan mengikuti seperti layaknya pengajuan baru.

Hitunglah biaya ini dengan cermat sebelum take over KPR. Anda pun bisa tetap melakukannya dengan meyakini bahwa harga properti yang dibeli suatu saat akan naik melebihi biaya yang dikeluarkan.