Jakarta, (30/10) – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk berhasil mempertahankan tren pertumbuhan usaha sepanjang triwulan III 2014. Seluruh indikator kinerja usaha dan keuangan meningkat signifikan di tengah kondisi industri properti nasional yang cukup menantang.

Intiland sampai triwulan III tahun ini membukukan laba bersih Rp300 miliar, atau melonjak 43,5 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp209,2 miliar. Laba usaha tercatat mencapai Rp436,2 miliar atau meningkat 24 persen.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan bahwa naiknya profitabilitas perseroan berasal dari meningkatnya pendapatan usaha. “Hasil penjualan dari proyek pengembangan superblok dan residensial menjadi pendorong naiknya pendapatan,” jelas Archied.

Pendapatan usaha perseroan tercatat mencapai Rp1,3 triliun atau meningkat 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontributor terbesar berasal dari segmen pengembangan residensial yang membukukan penjualan Rp456,3 miliar. Jumlah ini setara dengan 35 persen dari keseluruhan pendapatan. Berikutnya pengembangan superblok memberikan kontribusi Rp370,8 miliar atau 28,5 persen dan kawasan industri yang mencapai Rp349,4 miliar atau 27 persen. Sementara segmen properti investasi tercatat membukukan pendapatan Rp123,8 miliar atau 9,5 persen.

Dilihat dari kontribusi per proyek, Ngoro Industrial Park tercatat menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Kawasan industri yang berada di Mojokerto, Jawa Timur ini membukukan pendapatan Rp349,4 miliar atau 27 persen. Berikutnya berasal dari proyek pengembangan superblok South Quarter dengan kontribusi pendapatan Rp319,3 miliar atau 25 persen. Kawasan perumahan Graha Natura di Surabaya tercatat memberikan pendapatan sebesar Rp188 miliar atau 14 persen.

Berdasarkan tipenya, pendapatan pengembangan (development income) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,18 triliun atau 90,5 persen dari total. Sedangkan sebesar 9,5 persen lainnya atau Rp123,8 miliar berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) dari proyek gedung perkantoran, sarana golf dan olahraga.

“Kami terus berusaha memperbesar kontribusi dari pendapatan berkelanjutan seiring akan beroperasinya gedung-gedung perkantoran. Salah satunya adalah South Quarter di Jakarta yang sudah topping off pada bulan September tahun ini dan akan beroperasi untuk menerima tenant kantor tahun depan,” kata Archied.

Intiland sampai dengan akhir triwulan III 2014 meluncurkan beberapa proyek baru. Salah satunya yakni Aeropolis Techno Park, pengembangan pergudangan di kawasan Aeropolis dekat bandara Soekarno-Hatta dan kondominium Regatta Tahap II. Perseroan juga sudah memulai pembangunan Spazio Tower di Surabaya.

Pendapatan Penjualan

Kendati pasar properti mengadapi tantangan sepanjang enam bulan terakhir, namun Intiland berhasil menjaga kinerja penjualan. Hingga akhir triwulan III 2014, perseroan berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,8 triliun. Hasil ini membawa perseroan mencapai 64 persen dari target tahun 2014 yang ditetapkan sebesar Rp2,8 triliun.

“Kami berharap situasi semakin membaik sehingga perusahaan dapat mencapai target marketing sales tahunan yang telah ditetapkan,” kata Archied.

Pendapatan dari pengembangan (development income) menjadi kontributor utama pendapatan penjualan dengan membukukan Rp1,66 triliun atau 92 persen dari total keseluruhan. Sisanya sebesar Rp138 miliar berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income).

Kontribusi terbesar berasal dari produk-produk pengembangan superblok yang membukukan Rp796 miliar atau 44 persen dari total. Pendapatan penjualan dari pengembangan hunian tercatat Rp757 miliar atau 42 persen.

“Ke depan kami tetap fokus pada pengembangan proyek-proyek skala besar dan jangka panjang, tipe pengembangan ini akan memberikan kontribusi positif pada kinerja perseroan di masa mendatang,” ungkap Archied.

Dua proyek dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen pengembangan superblok dan kawasan terpadu yaitu Aeropolis sebesar Rp358 miliar atau 20 persen dan South Quarter dengan Rp245 miliar atau 14 persen dari total. Sementara proyek lain yang memberikan kontribusi besar adalah Regatta dengan Rp289 miliar atau 16 persen dari total.