Surabaya, (05/11) – Perusahaan pengembang properti nasional PT Intiland Development Tbk terus memperkuat posisi bisnisnya melalui pengembangan proyek-proyek baru.  Selain di wilayah Jakarta, perseroan juga melakukan pengembangan proyek baru di kota Surabaya.

Pada bulan lalu, Intiland memulai pengembangan Spazio Tower, proyek superblok di kawasan Surabaya Barat. Perseroan juga mengembangkan superblok Praxis yang berlokasi di kawasan pusat bisnis Surabaya.

Pengembangan properti Intiland di Surabaya dilakukan melalui empat segmen meliputi pengembangan superblok, hunian, kawasan industri, dan investasi properti. Proyek-proyek Surabaya juga memberikan kontribusi signifikan bagi kinerja perseroan.

Hingga periode sembilan bulan tahun ini, pengembangan properti di Surabaya memberikan kontribusi sebesar Rp648,8 miliar. Jumlah tersebut setara hampir 50 persen dari total pendapatan usaha yang dibukukan Intiland mencapai Rp1,3 triliun.

Sinarto Dharmawan wakil presiden direktur dan chief operating officer Intiland mengungkapkan bahwa sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, pasar properti di Surabaya sangat prospektif. Pertumbuhan pasar properti di kota Pahlawan ini tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir, terlihat dari banyaknya pengembangan proyek properti baru.

“Proyek Graha Natura dan Ngoro Industrial Park menjadi kontributor terbesar pendapatan,” ungkap Sinarto.

Kawasan industri Ngoro industrial Park berhasil menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan sebesar Rp349,4 miliar atau 27 persen. Sementara proyek Graha Natura memberikan kontribusi Rp188 miliar atau 14,5 persen dari total pendapatan perseroan.

Ditinjau dari sumbernya, pendapatan pengembangan (development income) dari proyek-proyek di Surabaya mencapai Rp593,5 miliar atau 45,6 persen dari total pendapatan. Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang berasal dari pengelolaan gedung perkantoran Intiland Tower Surabaya, Spazio, dan Golf Graha Famili & Country Club mencapai Rp55,3 miliar.

Sinarto mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan sejumlah pengembangan proyek baru di Surabaya. Pengembangan terbaru adalah Spazio Tower, bangunan multi-fungsi (mixed-use) yang merupakan bagian dari superblok Graha Festival di Surabaya Barat. Proyek ini sudah mengawali pembangunan dengan tahap ground breaking pada 3 Oktober 2014.

Spazio Tower berdiri di atas lahan seluas 5.380 meter persegi tepat di samping Spazio tahap I. Bangunan ini terdiri dari 20 lantai dengan luas bangunan 61.053 meter persegi. Sebanyak 11 lantai bangunan diperuntukkan sebagai perkantoran, enam lantai sebagai hotel berbintang untuk menunjang aktivitas bisnis, dua lantai ritel dan lima lantai untuk parkiran basement. Dari total unit kantor sebanyak 176 unit dengan luas total 23.034 m2, sebanyak 60 unit atau seluas 7.971 meter persegi telah terjual. Harga penjualan ruang kantor saat ini adalah Rp32 juta per meter persegi.

Proyek lainnya adalah Superblok Praxis, sebuah pengembangan bangunan multi-fungsi di kawasan pusat bisnis Surabaya. Praxis dirancang sebagai kawasan terpadu yang bersifat simbiosis dengan gedung Intiland Tower Surabaya. Praxis meliputi apartemen, perkantoran, ritel, hotel, dan dilengkapi fasilitas hiburan seperti bioskop, ruang serbaguna, gymnasium dan kolam renang.

Mulai dipasarkan tahun 2014, Praxis mendapat sambutan sangat baik dari pasar surabaya. hingga akhir triwulan III 2014,  perseroan berhasil memasarkan 190 unit dari total 302 unit apartemen. Untuk ruang kantor dari total 118 unit, telah dipasarkan 42 unit. Harga jual unit perkantoran Praxis mencapai Rp38 juta sampai Rp41 juta per meter persegi dan apartemen Rp30 juta sampai Rp33 juta per meter persegi.

Sinarto mengatakan bahwa potensi Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dalam pasar properti terus meningkat. “Kegiatan bisnis semakin banyak sehingga kebutuhan terhadap ruang-ruang kegiatan mulai dari kantor, ritel, dan hunian juga semakin tinggi. Kami sebagai developer akan selalu berusaha memberikan produk-produk properti yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern,” tambahnya.