Lingkungan Kami

Lingkungan Kami

“Bagi kami, tantangan untuk membangun pembangunan yang visioner adalah bagaimana berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Kearifan lokal sangat penting dalam pembangunan. Kepatuhan terhadap peraturan adalah hal yang harus dilakukan, namun, kami berusaha untuk melampaui sekadar kepatuhan.”

Aktivitas Utama Lingkungan

Tanggung jawab lingkungan erat kaitannya dengan proses bisnis Perusahaan. Ini tercermin dari perhatian Perusahaan terhadap dampak lingkungan dari setiap proses pembangunan, mulai dari tahapan perencanaan, konstruksi, hingga tahap produk purna jual, seperti pengelolaan kawasan dan gedung. Intiland mengembangkan proyek-proyek yang selalu mengutamakan unsur ramah lingkungan dan hemat energi, sesuai dengan komitmen Perusahaan. Komitmen ini tercermin dari mulai tahap awal pembangunan gedung Intiland Tower pada tahun 1984, di saat masyarakat luas belum memberikan perhatian yang mema- dai terhadap isu-isu lingkungan dan desain bangunan hijau.

Dalam pengembangan South Quarter di Jakarta Selatan, kami berkomitmen untuk mempertahankan sertifikasi bangunan hijau kami dan menerapkan ISO 14000 pada Rantai Pasokan Utama kami. Komitmen ini akan ditingkatkan dan secara bertahap juga diterapkan pada proyek-proyek lainnya.

Intiland fokus pada tiga bidang usaha, yaitu pengembangan properti, investasi properti, dan manajemen properti. Ketiga kawasan bisnis ini akan dikembangkan melalui empat portofolio pengembangan mulai dari highrise & mixed-use, hunian tapak, kawasan industri hingga properti investasi. Untuk memastikan bahwa keempat portofolio akan mapan di pasar, Perseroan memiliki Empat Pilar Pertumbuhan sebagai strategi: pertumbuhan organik, akuisisi oportunistik, kemitraan strategis, dan manajemen modal & investasi.

28% Penghematan Energi

South Quarter Tower A, B and C menunjukkan penghematan energi sebesar 28%, penghematan air sebesar 81% dan 32% lebih sedikit energi yang terkandung dalam bahan, dibandingkan dengan rata-rata bangunan di Jakarta, Indonesia.

Total konsumsi energi menurun dari 18 juta kWh pada 2019 menjadi 16,2 juta kWh pada 2020. Sebagian besar penyewa menerapkan pembatasan sosial untuk membatasi karyawannya ke kantor karena situasi pandemi. Intensitas energi pada GFA Ditempati menurun sebesar 19% dari 196,05 kWh/m2 pada tahun 2019 menjadi 158,08 kWh/m2 pada 2020, atau masih lebih rendah dari standar Indeks Konsumsi Energi (IKE), yang ditetapkan oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 38, 2012 (antara 210 kWh/m2/tahun menjadi 285 kWh/m2/tahun untuk gedung perkan- toran hijau)

Manajemen telah melakukan inisiatif lain untuk meningkatkan efisiensi energi seperti melakukan audit energi dan menetapkan target efisiensi dan rencana aksi. Manajemen juga meluncurkan kampanye efisiensi energi yang mendorong penyewa untuk mematikan lampu di kamar kosong, menggunakan penerangan alami untuk ruangan berjendela, menggunakan tangga daripada lift untuk lantai yang dapat dijangkau dan penggunaan lampu LED hemat energi. Pemisahan meteran listrik telah dilakukan untuk sistem manajemen udara, sistem manajemen lampu dan beban listrik lainnya untuk memantau penggunaan energi secara ketat.

81% Penghematan Air

Dengan sistem dan struktur gedung, maka penggunaan air di South Quarter sudah mencapai 81% lebih hemat diband- ingkan dengan rata-rata bangunan di Jakarta, Indonesia. Dengan ini, maka upaya kami dalam menjalankan opera- sional yakni untuk mengurangi konsumsi air yang berlebihan. Konsumsi air adalah keseluruhan jumlah penarikan air dari beberapa sumber, dikurangi air yang dibuang ke jaringan air setempat.

Air hujan dikumpulkan dari atap dan disimpan dalam tangki sebelum diolah dan digunakan kembali. Air abu-abu dan hitam dari toilet akan diolah dan digunakan kembali untuk air rias menara pendingin, pembilasan toilet, dan irigasi. Dengan mengadopsi sistem daur ulang air hujan dan air abu-abu/hitam yang komprehensif, perlengkapan hemat air dengan efisiensi tinggi, South Quarter diperkirakan akan mengkonsumsi lebih sedikit 217.141 m3/tahun.

Manajemen berkomitmen untuk melakukan konsumsi air yang lebih efisien dengan memasang pembatas aliran pada keran air, memisahkan meteran air untuk area utilitas umum, komersial dan bangunan, dan melakukan audit bulanan untuk penggunaan air.

Emisi Karbon Operasional

South Quarter Tower C (SQC) memiliki penggunaan energi yang lebih rendah dibandingkan dengan kasus dasar bangunan di Jakarta, Indonesia. Untuk lempengan lantainya memiliki energi timbul 54% lebih rendah daripada bangunan rata-rata di Jakarta, Indonesia, sementara dinding eksternalnya memili- ki pengurangan energi timbul sebesar 42%. Namun, penggunaan rangka jende- la aluminium memiliki energi bahan yang lebih tinggi sebesar 36% dibanding- kan dengan bangunan lokal.

Secara keseluruhan, penghematan energi material yang diwujudkan SQA mencapai 32,01% dan memenuhi persyaratan bahan minimum EDGE. Penghematan energi material yang diwujudkan dari perhitungan EDGE untuk SQA, SQB, dan SQC adalah sekitar 86.105 GigaJoule dibandingkan dengan bangunan lokal.